Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
12 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
10 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
12 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
16 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
5
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
9 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jokowi Ngotot Presidential Threshold 20 Persen

Jokowi Ngotot Presidential Threshold 20 Persen
Presiden Joko Widodo. (inilah.com)
Sabtu, 17 Juni 2017 23:03 WIB
UNGARAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ngotot ambang batas pencalonan Presiden (Presidential Threshold) sebesar 20 persen.

''Harus konsisten. Jangan sudah sampai kesini kembali lagi. Lah, kapan politik negara ini akan semakin baik, harus ada konsistensi. Sehingga kami ingin kalau yang dulu sudah 20 persen (ambang batasnya), masa kita mau kembali ke nol. Gitu lho,'' kata Jokowi menyikapi revisi UU Pemilu, di restoran Mang Engking, Ungaran, Jawa Tengah, Sabtu (17/6/2017).

Jokowi mengaku telah menugaskan Mendagri Tjahjo Kumolo untuk mengawal pembahasan revisi Undang-undang Penyelenggaraan Pemilu.

''Semestinya, semakin kesana semakin konsisten sederhana. Baik parpolnya maupun dalam pemilunya. Kita harus konsisten seperti itu dan saya sudah menugaskan kepada Mendagri untuk mengawal itu,'' tegasnya.

Terkait wacana Perppu Pemilu, Jokowi mengaku pemerintah belum mempunyai rencana terkait hal tersebut.

''Belum. Ini kan, masih dalam pembahasan. Kami sudah mengajak bicara fraksi-fraksi yang ada disana (DPR) untuk bersama-sama. Jangan hanya untuk kepentingan hari ini atau pemilu atau pilpres ini. Kita seharusnya bicara visi ke depan, politik negara harus spt apa. Kami menyiapkan itu. Kamu (media) jangan memanasi,'' tandasnya.

Sementara itu Senin (19/6) Pansus UU Pemilu akan mengetuk hasil revisi UU Pemilu. Setidaknya fraksi-fraksi di DPR dan pemerintah belum sepakat perihal revisi UU tersebut.

Ada fraksi yang menginginkan Presidential Threshold nol persen dan ada yang ingin Presidential Threshold tetap 20-25 persen.***

Editor:hasan b
Sumber:inilah.com
Kategori:GoNews Group, Parlemen
wwwwww