Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
24 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
23 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
21 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
24 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
10 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
6 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tokoh NTT Apresiasi Rencana Pemerintah Bangun Pembangkit Listrik di Flores

Tokoh NTT Apresiasi Rencana Pemerintah Bangun Pembangkit Listrik di Flores
Istimewa.
Jum'at, 16 Juni 2017 23:36 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Rencana pemerintah pusat untuk membangun pembangkit listrik dengan memanfaatkan arus Selat Gonsalu di Flores Timur diapresiasi.

Selama ini wacana yang berkembang di NTT di selat itu akan dibangun jembatan untuk menghubungkan daratan Flores Timur dengan Pulau Adonara.

Rencana pembanguan jembatan yang disebut Palmerah ini dikritik karena dinilai sebagai proyek yang hanya menghabiskan anggaran.

Ignasius Iryanto Djou salah satu bakal calon yang bertarung dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT mengapresiasi rencna pemerintah pusat untuk mengembangkan energi listrik berbasis gelombang laut di selat Gonsalu.

"Ini baru benar (pembangunan pembangkit), bukan proyek jembatan Palmerah yang didorong dan dipublikasi luas, namun pembangkit listrik tenaga gelombang laut," ujar Ignas, Jumat 16 Juni 2017.

Ignas, yang pernah menjadi konsultan pengembangan energi baru dan terbarukan dalam program Integrated Microhydro Development and Application Program (IMIDAP), mengatakan pemerintah sudah tepat bekerja sama dengan Belanda dan Jerman dalam proyek listrik di selat Gonsalu ini.

"Teknologi ini memang sangat maju dikembangkan di Belanda dan Jerman. Jadi sudah tepat bermitra dengan mereka," ujar pria yang meraih gelar Doktor di Berlin, Jerman ini.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Belanda akan mengembangkan potensi energi listrik arus laut Selat Gonsalu di Kabupaten Flores Timur dengan tahap awal sebesar 30 MW.

Ada pun potensi energi listrik dari arus laut selat Gonsalu mencapai 300 MW.

"Kita akan tes dulu 30 MW ini. Teknologinya dari Belanda dan Jerman dengan kerja sama BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi-red)," tuturnya.

Ignas Iryanto mengatakan dengan kapasitas 30 MW diharapkan rasio elektrifikasi NTT bisa naik dari sekitar 58% ke 70%. “Ini baru 10% dari potensi yang ada (300 MW),”ujarnya.

Melihat prospek yang bagus dari energi listrik berbasis gelombang laut ini, Ignas mengatakan NTT perlu segera menyiapkan anak muda untuk menguasai teknologi ini secara profesional.

"Mumpung masih ada waktu. Bisa integrasikan beasiswa khusus sebagai penyiapan personal pengelolanya dalam seluruh proyek ini," ujarnya.

Ignas mengatakan ada tiga sektor prioritas yang harus segera dibenahi di NTT, yaitu Food (pangan) untuk mengatasi busung lapar; Energy(listrik) untuk peneragan sekaligus penggerak ekonomi dan Water (air) baik untuk kebutuhan manusia maupun untuk pertanian.

"Energi jelas sangat berperan dalam mendorong geliat ekonomi termasuk tumbuhnya berbagai industry seperti pariwisata di Flores," ujarnya. ***

wwwwww