Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
22 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
19 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
8 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
4 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Komunikonten: Ini Tiga Langkah Melawan Radikalisme Bagi Organisasi

Komunikonten: Ini Tiga Langkah Melawan Radikalisme Bagi Organisasi
Diskusi Dan Buka Puasa Bersama Komunikonten - kontribusi Kaum Muda Lewat Medsos untuk Mempromosikan Indonesia dan Menangkal Radikalisme – Aula MUI Depok - 15 Juni 2017.
Jum'at, 16 Juni 2017 19:24 WIB
JAKARTA - Banyak konten-konten negatif di internet seperti pornografi, kekerasan, termasuk propaganda radikalisme, separatisme, komunisme, dll. Bagaimana menangkalnya?

Direktur Eksekutif Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria menyampaikan tiga tips bagi organisasi, pertama, adakan pelatihan pembuatan konten, seperti menulis, membuat video dengan ponsel, membuat poster, infografis, dll. Kemudian sebarkan di kanal-kanal distribusi secara bergotong rotong oleh anggota organisasi. Kedua, bentuk tim media sosial, saya sarankan, jika perlu bentuk bidang baru yang menangani ini, atau lembaga khusus. Ketiga, adakan lomba pembuatan konten.

Hal ini disampaikan hariqo dalam diskusi di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok, pada Kamis, 16 Juni 2017, dengan tema; kontribusi kaum muda dalam mempromosikan Indonesia dan menangkal radikalisme.

''Radikalisme dan separatisme memang tantangan kita saat ini, namun minimnya konten yang diproduksi juga satu tantangan, mari produksi konten untuk melawan konten-konten tentang radikalisme, separatism, komunisme, dll,'' jelas Hariqo Wibawa Satria di Aula MUI Depok, Kamis 16 Juni 2017.

Hariqo menambahkan mayoritas generasi muda kita masih sebagai penyebar, komentator konten, sudah banyak yang menjadi pembuat konten, ini yang harus terus di dorong. Kanal distribusi bukan hanya facebook, dll, tapi media-media online sekarang sudah sangat terbuka bagi masyarakat pembuat konten.

Diskusi ini diadakan Komunikonten (Institut Media Sosial dan Diplomasi), berlangsung mulai pukul 15.30 – 18.00 WIB. Hadir juga narasumber lainnya yaitu; Sidiq Mulyono (kadiskominfo kota Depok), Irwan Kelana (redaktur senior Koran Republika), Elvan Dani Sutrisno (wakil pemimpin redaksi Detik.com). ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:GoNews Group, Kabar Bertuah
wwwwww