Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
9 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
13 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
9 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Nasional
9 jam yang lalu
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
7 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kepala BNN: 50 Persen Peredaran Narkoba Dikendalikan dari Lapas

Kepala BNN: 50 Persen Peredaran Narkoba Dikendalikan dari Lapas
Kepala BNN Komjen Budi Waseso. (sindonews.com)
Kamis, 15 Juni 2017 19:32 WIB
JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional, (BNN) Komjen Pol Budi Waseso, mengungkapkan sekitar 70 persen penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia merupakan pelaku kasus narkoba.

Menurut Budi, penjara justru menjadi tempatĀ  yang nyaman bagi pelaku narkotika untuk menjalankan aktivitasnya.

Bahkan dirinya berani berucap bahwa 50% peredaran narkotika di Indonesia dikendalikan dari dalam Lapas.

''Saya berani katakan bahwa 50% peredaran narkotika di negeri ini dikendalikan dari lapas,'' ujar Budi saat memimpin pemusnahan 28,8 kg sabu serta 173 butir ekstasi di kantornya Kamis (15/6/2017).

Dia mempertanyakan pendapat yang sebelumnya selalu menyatakan bahwa penjara di Indonesia penuh dan melebihi kapasitas.

Menurutnya pendapat itu bertolak belakang dengan fakta pelaku narkotika yang mendapat perlakuan khusus di dalam lapas.

Dia mencontohkan, pada penggeledahan terakhir di Lapas Cipinang di mana petugas menemukan sel mewah milik bandar narkotika Haryanto Chandra lengkap dengan AC, TV, wifi, CCTV serta perlengkapan elektronik lainnya.

''Seperti ini tidak diakui, apa negara ingin dibohongi seperti ini terus,'' ucapnya.

Dia berharap ada perubahan sistem di lembaga pemasyarakatan agar pengawasan terhadap para narapidana bisa dilakukan secara merata.

Dia juga menginginkan semua pihak mempunyai pemahaman yang sama bahwa kejahatan narkotika adalah sesuatu hal yang serius, harus ditangani sejak dini.

''Jadi narkoba jangan dianggap mainan, kita serius nih, BNN sekarang sudah serius menangani, sampai kita ungkap jaringan di lapas. Terserah masyarakat menyanggah itu atau tidak percaya,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:GoNews Group, Cendekia
wwwwww