Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
12 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
10 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
12 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
16 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
5
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
9 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Keajaiban Doa Rasulullah SAW Masih Dirasakan di Kota Madinah

Keajaiban Doa Rasulullah SAW Masih Dirasakan di Kota Madinah
Kota Madinah. (dream)
Kamis, 15 Juni 2017 17:36 WIB
MADINAH - Umat Islam yang menunaikan ibadah haji maupun umrah hingga kini masih bisa merasakan keajaiban doa Rasulullah SAW untuk Kota Madinah. Doa Rasulullah tersebut terkait dengan peristiwa hijrah Rasulullah dari Kota Makkah menuju Madinah.

Dikutip dari dream.co.id, sengatan panas di Kota Madinah begitu dirasakan umat Islam yang baru saja hijrah ke sana. Penduduk Makkah yang sudah terbiasa dengan panasnya Kota Makkah ternyata masih merasakan kepanasan di Madinah, tempat barunya itu.

Sebab suhu di Madinah lebih tinggi dibandingkan Makkah, pada waktu awal-awal Rasulullah berhijrah ke Madinah. Tidaklah heran, jika sejumlah sahabat yang menyusul hijrah ke Madinah banyak yang mengeluhkan tingginya panas di kota yang saat itu masih bernama Yatsrib.

Kala itu, penduduk Yatsrib dikenal memiliki kebiasaan buruk, yakni suka mengurangi timbangan, mencuri takaran dan sejenisnya. Bahkan, diceritakan bahwa tidak ada kelompok atau penduduk suatu daerah yang curang dalam hal timbangan, takaran atau ukuran, melebihi curangnya penduduk Yatsrib waktu itu.

Oleh karena itu, surat pertama yang diturunkan di Kota Madinah adalah surat Al-Muthaffifin (83) ayat 1-4.

''Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.'' [Al-Muthaffifin (83): 1-4]

Berkat doa Rasulullah dan juga teguran dari Allah melalui ayat ini, pada akhirnya para penduduk Madinah berubah menjadi penduduk dan umat yang sangat memperhatikan masalah timbangan, ukuran dan takaran. Mereka menjadi orang sangat jujur dalam berniaga.

Komoditas yang diukur atau ditimbang dengan timbangan atau ukuran Madinah, akan mendapat berkah doa Rasulullah. Kini, di zaman sekarang, kita bisa membuktikan keajaiban doa Rasulullah bagi orang-orang Madinah Al-Munawarah.***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:GoNews Group, Kabar Bertuah
wwwwww