Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
16 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
17 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
14 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
17 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
3 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Kisah Heroik Siswa SMA 6 Bandung Melawan Pelaku Bom Panci

Kisah Heroik Siswa SMA 6 Bandung Melawan Pelaku Bom Panci
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan jaket rescue kepada pelajar SMAN 6 Bandung (Foto: Sindonews)
Selasa, 28 Februari 2017 13:03 WIB

BANDUNG - Lupy M dan Syafii Nurhikmah, siswa SMAN 6 Bandung yang mengejar Yayat Cahdiyat, pelaku bom panci di Lapangan Pandawa, menceritakan pengalaman saat insiden bom terjadi.

Saat bom meledak di lokasi sedang banyak siswa SMAN 6 yang berolahraga. Seusai bom meledak, Lupy, Syafii, dan beberapa siswa lainnya melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Dia sempat oleng pas bangun (setelah bom di dalam tasnya meledak). Kita langsung refleks melakukan pengejaran. Tapi saat dikejar dia ngeluarin pisau untuk ngelindungi diri," kata Lupy saat diwawancarai Wali Kota Ridwan Kamil di SMAN6 Bandung, Selasa (28/2/2017).

Pelaku kemudian lari ke arah Kantor Kelurahan Arjuna. Sekira 10 siswa lantas melakukan pengejaran. Setelah pelaku masuk, Lupy dan Syafii juga ikut melakukan hal serupa.

Keduanya mengarahkan agar para pegawai di kelurahan segera keluar untuk menghindari terjadinya hal-hal tidak diinginkan.

"Keluar, Pak, Bu, nanti takutnya ada sandera atau apa," ucap Lupy mengulang perkataannya seperti saat di kelurahan.

Saat petugas kelurahan berhamburan keluar, Lupy sempat meminta pelaku untuk menyerah.

"Saya sempat bilang lebih baik Anda menyerah sebelum Anda mati. Tapi dia bilang 'tidak bisa' sambil memainkan (mengacungkan) pisau," tutur dia.

Syafii menambahkan, setelah terjadi aksi saling ancam, pelaku mencoba bersembunyi ke lantai atas. Setelah itu, ia menendang pintu kantor kelurahan agar tertutup. Polisi kemudian datang dan akhirnya bisa melumpuhkan pelaku.(okz)

Editor:Arie RF
Sumber:okezone.com
Kategori:Warga Bertuah, GoNews Group
wwwwww