Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
22 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
21 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
12 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Protes Gambar Cut Meutia di Uang Baru, Ini Kata Dosen UIN Banda Aceh

Protes Gambar Cut Meutia di Uang Baru, Ini Kata Dosen UIN Banda Aceh
Ilustrasi
Rabu, 21 Desember 2016 18:41 WIB
Penulis: Komandaka

BANDA ACEH - Gambar Cut Meutia yang ada selama ini hanya imajinasi pengarang. Cut Meutia tertangkap setelah meninggal ditembak Belanda, jadi tidak sempat diabadikan gambarnya.

Ungkapan itu disampaikan Dosen Sejarah Fakultas Adab dan Humaniora Univesitas Islam Negeri (UIN) Banda Aceh, Irwan Adaby kepada GoAceh melalui pesan singkatnya, Rabu (21/12/2016).

Baca: Bupati Akui Situs Pahlawan Cut Meutia Tidak Terawat

"Mengenai memakai hijab atau tidak, itu hanya emosional kita sebagai orang Aceh yang memuliakan diri beliau. Mungkin masyarakat Aceh tersinggung karena tokohnya yang mulia digambarkan tanpa hijab dan itu tidak sesuai dengan citra Aceh sebagai daerah yang berlaku Syariat Islam,” kata Irwan.

Ia mengungkapkan, dalam sejarah, kebanyakan perempuan Aceh dewasa yang keluar dari rumah, mereka memakai penutup kepala yang mungkin biasa disebut sebagai ija sawak.

Baca: Rumah Peninggalan Cut Meutia di Matang Kuli Hingga Masih Tetap Jadi Pesona Bagi Wisatawan

"Sebagai perempuan bangsawan dan taat agama, dapat dipastikan Cut Meutia selalu menggunakan ija sawak ketika beliau keluar dari rumah atau ketika beliau di hutan yang dikelilingi para pengawal laki-laki yang bukan mahramnya," ucap Irwan.

Baca juga: Foto Tjut Meutia di Rupiah Baru, Ini Kata BI Lhokseumawe

Ia melanjutkan, ketika masyarakat Aceh marah seperti sekarang, timbul pertanyaan, apakah mereka marah karena ingatan sejarah mereka atau mereka marah karena persoalan hijabnya?

“Jika mereka marah gara-gara sebab pertama, itu masuk dalam ranah sejarah, tetapi jika karena sebab lain, maka itu bagian ulama, tokoh adat atau politisi,” tandas Irwan Adaby.

Baca: Kereta Api Cut Meutia Diluncurkan di Aceh Utara

Editor:Yudi
Kategori:Kabar Bertuah
wwwwww