Geber Iven Pariwisata Budaya, Zapin Api Bengkalis Rupat Utara Tampil di Riau Perfoming Art 2016
![]() |
Penulis: Muslikhin Effendy
Acara yang dibuka langsung oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman ini, berlangsung di Anjungan Idrus Tintin Bandar Serai Ali Haji (Purna MTQ) Pekanbaru, Rabu (14/12/2016) malam.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau (Kadisparekraf) Fahmizal Usman kepada GoRiau.com ( GoNews Group ) mengatakan, berbagai kesenian budaya dipersembahkan bagi para pengunjung diacara tersebut.
"Ada beberapa pertunjukan seni dan tari, salah satunya yang tampil tadi malam adalah Zapin Api dari Bengkalis Pulau Rupat Utara," ujar Fahmi saat menghadiri rapat pembahasan RTRW Riau bersama Kemenpar dan DPD RI, Kamis (15/12/2016) di Komplek DPR RI, Senayan Jakarta.
Sebelumnya kata dia, selain Zapin Api, juga tampil seni musik daerah dari Kabupaten Kuansing, yakni Randai Kuantan. "Ini merupakan kegiatan kita dalam upaya serius menggarap wisata Riau, dengan kegiatan-kegiatan seperti ini kita berharap jumlah kunjungan wisman ke Riau meningkat," paparnya.
Keseriusan Pemprov Riau dalam menggenjot pariwasata Riau juga diungkapkan Gubernur Andi Rachman. Menurutnya tidak ada kata terlambat untuk sukses. Karena itulah, pesona pariwisata Riau terus menguatkan tekatnya untuk menyapa dunia. Komitmen ini dibekali beragam potensi destinasi wisata yang masih sangat menjanjikan untuk digali dan dikembangkan menjadi salah sektor unggulan daerah.
"Kami serius. Kami sudah berkali-kali mendengarkan presentasi Pak Menpar Arief Yahya, soal core economy bangsa Indonesia ke depan. Minyak dan gas bumi turun, batubara juga ikut turun. Kelapa sawit pun, tiga andalan utama Riau trend-nya terus menurun. Maka Pariwisata menjadi point penting untuk menjemput masa depan," kata Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman.
Untuk memaksimalkannya, potensi-potensi tersebut mulai dikemas dan dikelola secara apik dan sistematis untuk menarik wisatawan. Baik lokal, nasional hingga internasional. Mereka juga punya Gelombang Bono di Sungai Kampau, salah satu keajaiban dari Indonesia. Di muara sungai itu, ombaknya bisa setinggi 6 meter dan panjang gelombangnya mencapai 300 meter lebih. Peselancar dunia pun berlomba-lomba berseluncur di atas air yang sedikit cokelat karena perpaduan air laut dan sungai itu.
Di Teluk Meranti, Sungai Kampar, Kabupaten Palalawan, Riau itulah fenomena Bono bisa menjadi atraksi alam yang memikat. Terutama yang hobi surfing atau advanture di ombak yang khas itu. Nama Gelombang Bono sendiri semakin popular ketika banyak peselancar Australia yang sudah menjajal ganasnya ombak di sana.
Mereka akan bertestimoni yang bisa mempengaruhi kawan-kawannya di Negara originasinya. Berbekal semangat menggelorakan potensi wisata Riau agar mendunia, beragam inovasi dan kreativitas terus dilakukan. Mulai dari mengemas dan mempromosikan potensi kuliner, pengembangan ekonomi kreatif hingga wisata budaya serta ekowisata yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Selain Riau Perfoming Art 2016, langkah konkret tersebut terlihat saat Sabtu (10/12) malam. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau menggelar Festival Makanan Melayu atau lebih dikenal dengan Riau Food Melayu Festival 2016. Food Melayu Festival merupakan salah satu kegiatan promosi wisata kuliner di Riau, yang digelar mulai, 10-11 Desember 2016, di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru.
Dengan potensi beragam kuliner yang menjanjikan, Riau menyempurnakan kemolekan potensi wisata yang terus menjadi perhatian nasional hingga mancanegara. Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, Riau Melayu Food Festival ini sangat bermanfaat dan juga sejalan dengan program pengembangan wisata oleh Pemerintah Provinsi Riau. Salah satunya wisata kuliner di Riau yang sang sangat beragam dan siap memanjakan para wisatawan yang berkunjung ke Riau.
"Ini adalah langkah inovatif dalam mendukung pengembangan potensi pariwisata. Ini juga sebagai rentetan jalan kita menggali demi menggali potensi pariwisata yang ada. Termasuk wisata kuliner yang ada di Riau,"tutur Gubernur Andi. ***
| Kategori | : | Warga Bertuah, Balai Kota |











