Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
15 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
16 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
14 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
17 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
2 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Ada Tawuran Antar Pemuda, Wako Padang: Perlu Pengawasan Masyarakat

Ada Tawuran Antar Pemuda, Wako Padang: Perlu Pengawasan Masyarakat
Wako Padang H. Mahyeldi bersama warga di Sawahan Timur. (Humas)
Minggu, 06 November 2016 06:46 WIB

PADANG - Aksi tawuran antar pemuda di Kota Padang sangat memprihatinkan dan menjadi keluhan warga. Bisa dikatakan, setiap malam minggu (Sabtu malam) aksi tawuran terjadi.

Seperti dikeluhkan Anif, salah seorang warga RT IV RW V, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur kepada Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, Jumat (4/11/2016).

“Pak Walikota, anak muda kita sering tawuran pada malam Minggu, sangat meresahkan kita, bagaimana cara mengatasinya Pak?” tanyanya kepada Walikota Padang saat berdialog di Masjid Al Ikhwan yang terletak di tepi Banda Bakali.

Mendengar keluhan itu, Walikota Mahyeldi membenarkan jika aksi tawuran hampir selalu terjadi terutama di saat Sabtu malam. Walikota menyebut, untuk meminimalisir hal tersebut perlu keterlibatan seluruh masyarakat dalam pengawasan generasi muda.

“Pengawasan itu dimulai dari keluarga hingga kepada masyarakat sekitar,” kata Mahyeldi.

Menurut walikota, persoalan anak muda ini tidak saja melibatkan Pemerintah Kota Padang, tetapi juga butuh gerakan bersama dari seluruh komponen masyarakat. Begitu juga jika ada siswa sekolah yang berkeliaran di jam sekolah, perlu perhatian bersama untuk mengajak kembali siswa tersebut belajar di sekolah. “Kalau ada yang berkeliaran di jam sekolah, ajak kembali ke sekolah,” sebut Walikota.

Selain itu, upaya pengawasan bisa saja dengan melaporkan kepada pihak kepoisian jika terjadi hal yang mencurigakan. “Jika ada gerak-gerik anak muda kita yang mencurigakan, segera tegur mereka. Atau melaporkannya kepada pihak berwenang agar segera ditindaklanjuti,” harap Mahyeldi.

Walikota menyebut bahwa beberapa waktu lalu Polda Sumbar telah meluncurkan aplikasi pelaporan berbasis telepon pintar. Aplikasi ini bernama Integrated Quick Respon (IQR).

“Aplikasi di ponsel ini bisa kita lakukan untuk mengawasi anak muda kita dari aksi negatif itu,” papar Mahyeldi sambil menunjukkan ponselnya yang telah tertanam aplikasi tersebut.

Apikasi IQR berguna untuk memudahkan akses masyarakat dalam menginformasikan suatu kejadian di lingkungan setempat dengan melalui kiriman lewat foto dan pesan. Laporan itu segera direspon cepat oleh beberapa instansi terkait seperti Pemkot Padang, Korem 032/Wirabraja, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, Jasa Raharja, PLN, serta Kodim 0312/Padang. Dalam aplikasi itu ada berbagai pilihan kejadian seperti kriminalitas, lalulintas, seperti kemacetan, kecelakaan, maupun bencana alam.

“Selain itu ada juga peristiwa konflik sosial seperti tawuran pelajar dan kebakaran. Warga bisa melaporkan kejadian di sekitarnya dengan cepat melalui ponselnya. Silahkan unduh aplikasi ini melalui ‘Play Store’,” tutur Mahyeldi. (Charlie)

Editor:Calva
Kategori:Balai Kota, Lingkungan, GoNews Group, Kulim
wwwwww