Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
12 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
11 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ini Kata Kapolri Soal Intruksi Siaga 1 pada 4 November

Ini Kata Kapolri Soal Intruksi Siaga 1 pada 4 November
Ilustrasi. (net)
Minggu, 30 Oktober 2016 17:24 WIB
JAKARTA - Presiden RI memerintahkan agar seluruh jajaran Polri dan TNI untuk siaga 1 pada Jumat (4/10) nanti. Tujuannya agar TNI dan Polri dapat mengantisipasi sekaligus dapat mewaspadai selebaran provokasi pada aksi demo nanti.

Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian perintah waspada tersebut berkaitan dengan akan dilaksanakannya aksi unjuk rasa di muka umum pada Jumat nanti. Sehingga pihaknya saling berkoordinasi agar masyarakat tidak mudah untuk terprovokasi oleh ujaran-ujaran dalam unjuk rasa itu.

"Malah ada yang ajak melakukan kekerasan, tolong betul jangan sampai anarkistis. Jangan sampai terjadi," ujar Tito di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Mimnggu (30/10/2016).

Menurut mantan Kapolda Metro Jaya ini waktu dan tempat untuk dilakukannya aksi unjuk rasa oleh sebagian masyarakat sudah ditentukan. Sehingga sebagai bentuk kewaspadaan pihaknya hanya akan melihat apakah penyampaian pendapat di muka umum nanti dapat berjalan sesuai prosedur atau tidak.

Bila aksi unjuk rasa dapat berjalan sesuai prosedur, lanjutnya, maka akan tercipta suasana unjuk rasa yang damai dan tertib. Namun bila yang yang terjadi adalah hal sebaliknya, maka pihaknya bekerja sama dengan TNI juga akan melakukan langkah hukum untuk dapat melindungi masyarakat di sekitar lokasi.

"Kalau dilakukan dengan cara damai tentu akan kami lindungi, amankan. Tapi jangan sampai gunakan cara anarkistis, kekerasan maka kami punya prosedur. Apalagi kalau kriminal dan mengancam nyawa masyarakat kami akan langkah hukum, soft, persuasif, dan penegakan hukum," tegasnya.

Sedangkan mengenai peserta yang turut hadir dalam unjuk rasa tersebut, Tito mengaku belum bisa memperkirakan masa yang akan datang nanti. Yang pasti lanjutnya satuan Brimob memang akan dikerahkan untuk berjaga di luar istana. "Ada beberapa, tapi memang kami kerahkan Brimob," ujar dia.

Sekali lagi dia mewaspadai supaya dalam aksi pada 4 November 2016 nanti agar jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Bila memang terjadi lanjutnya maka akan dilakukan tindakan tegas oleh aparat yang berjaga.

"Jangan sampai ada pihak yang mengambil kesempatan melakukan pidana. Tindakan tegas akan dilakukan kalau mengancam petugas dan masyarakat umum," ujar dia. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:republika.com
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww