Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
12 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
10 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
12 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
16 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
5
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
9 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Perbedaan Agama dan Budaya di Indonesia Dapat Menginspirasi Dunia

Perbedaan Agama dan Budaya di Indonesia Dapat Menginspirasi Dunia
Senin, 17 Oktober 2016 14:43 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad menerima rombongan Hartford Seminary dan Pengurus ICMI Pusat. Pertemuan ini dimaksud untuk meningkatkan atau mengharmonisasi dunia melalui agama dan budaya.

Farouk merasa beruntung menerima kunjungan ini. Dia berharap hubungan Indonesia dengan berbagai Negara dapat terjalin positif seperti hubungan Indonesia-AS. ''Kemampuan Indonesia mengelola perbedaan agama dan budaya dapat menginspirasi dunia,'' ucapnya di Nusantara III Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (17/10).

Menurut dia, saat ini berkembang ketakutan terhadap budaya dan agama tertentu seperti munculnya Islamophobia, gerakan separatis, dan pemimpinan berpaham xenophobic (ketidaksukaan terhadap bangsa asing). ''Globalisasi membawa dampak positif namun juga diiringi dengan ketidakpastian dan ketakutan di berbagai penjuru dunia,” jelas senator asal Nusa Tenggara Barat itu.

Dalam ketidakpastian ini, lanjutnya, pemimpin harus menjadi penggerak perdamaian. Mereka harus menyampaikan pernyataan yang membawa keharmonisan antara budaya dan agama. Dirinya juga yakin bahwa tidak ada agama yang mendukung terorisme dan kekerasan yang mengancam kemanusiaan.

''Poin ini yang berhasil didorong DPD pada 24th Resolution of the 24th Annual Meeting of the Asia Pasific Parliamentary Forum (APPF) tanggal 17-21 Januari 2016 di Vancouver, Kanada,'' kata Farouk.

Farouk menambahkan, dunia ini butuh penggerak perdamaian. Ia juga merasa senang bahwa para penggerak perdamaian hadir di acara kunjungan ini. ''Sebagai kesimpulan, DPD berharap Hartford Seminary akan selalu sukses,'' lontarnya.

Selain itu, DPD memiliki peran penting dalam mengelola perbedaan budaya dan agama di Indonesia melalui aspirasi yang disampaikan masyarakatnya. Lantaran, Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki berbagai agama, etnik, budaya dan bahasa yang tersebar di seluruh penjuru pulau. ''Menjadi hal yang penting untuk mendengar dan menyampaikan semua aspirasi dari Sabang sampai Merauke agar bisa didengar oleh pemerintah pusat,'' jelas Farouk.

Sementara itu, Presiden Hartford Seminary School Heidi Hadsell mengatakan di negaranya (Amerika Serikat), terkadang muncul sikap anti-toleransi dan paham ekstremisme yang bisa lahir dari penganut ajaran manapun. ''Itu semua terjadi karena adanya kesalahan dalam hubungan antaragama, juga kesalahan hubungan lintas budaya,'' terangnya.

Heidi menambahkan, paham ekstrim yang kerap ditampilkan media sebagai wajah Islam adalah bagian dari kampanye Islamophobia di negara-negara yang memang minoritas kaum muslimin. ''Saya amat menyesal dengan sikap pemerintah Amerika yang ikut andil dalam mengkampanyekan Islamophobia,'' ujar dia. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:GoNews Group, Balai Kota
wwwwww