Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
11 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
9 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
11 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
15 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
5
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
9 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Gubernur Jateng Bisa Memahami Kemenpora Tak Dukung PON Remaja 2017

Gubernur Jateng Bisa Memahami Kemenpora Tak Dukung PON Remaja 2017
Senin, 17 Oktober 2016 15:52 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Polemik pelaksanaan PON Remaja 2017 terjawab sudah. Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Gatot Dewo Broto mengatakan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Prabowo bisa menyadari keputusan Kemenpora yang tidak mendukung pelaksanaan PON Remaja 2017.

Hal itu terungkap dalam acara pertemuan Menpora Imam Nahrawi dengan Ganjar Pranowo pada acara pembukaan Pekan Olahraga Paralimpik Nasional (Peparnas) di Bandung, pekan lalu. "Prinsipnya pak Ganjar Pranowo bisa menyadari keputusan Kemenpora yang tidak mendukung PON Remaja di Jateng 2017 dengan alasan efisiensi anggaran APBN," kata Gatot Dewa Broto yang ditemui di Jakarta, Senin (17/10/2016).

Menurut Gatot, Kemenpora tidak menghalangi bilamana Jateng tetap berkeinginan untuk menggelar PON Remaja yang dijadwalkan Juni 2017 sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) yang dijadwalkan September 2017. Namun, dia secara tegas memastikan Kemenpora tidak akan memberikan bantuan dana untuk PON Remaja tersebut.

"Silahkan saja jika memang Jateng ingin menggelar PON Remaja 2017. Yang pasti Kemenpora tidak akan mengucurkan dana dan hanya mendukung pelaksanaan POPNAS," katanya.

Menurut Gatot, terlalu riskan melaksanaan PON Remaja yang waktunya hanya berapa bulan sebelum POPNAS. "Waktunya pelaksanaan hanya berbeda beberapa bulan saja dan peserta PON Remaja dengan POPNAS pun tidak jauh berbeda," ujarnya.

Kemenpora lebih memprioritaskan Popnas karena cabang olahraga yang dipertandingkan banyak digelar di event internasional. "Kalau PON Remaja tidak terlalu signifikan untuk ke jenjang selanjutnya. Jadi kami lebih prefer ke Popnas," katanya.

Ketika ditanyakan mengapa keputusan Kemenpora tidak mendukung PON Remaja terlalu mepet dengan pelaksanaan? "Kemenpora itu kan menjalankan instruksi pak Presiden Jokowi yang meminta lebih fokus dalam pembinaan cabang olahraga potensial. Instruksi itu kan datang tiba-tiba setelah pasangan ganda campuran Owi/Butet sukses meraih emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016," ujarnya lagi. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Gelanggang
wwwwww