Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
17 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
14 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
14 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
17 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
20 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  Balai Kota

BNPB Pastikan Tidak Ada WNA yang Jadi Korban Ambruknya Jembatan Kuning Bali

BNPB Pastikan Tidak Ada WNA yang Jadi Korban Ambruknya Jembatan Kuning Bali
Senin, 17 Oktober 2016 01:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Jumlah korban tewas akibat ambruknya Jembatan Kuning, Klungkung, Bali, berjumlah delapan orang sedangkan korban luka-luka berjumlah 39 orang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada Warga Negara Asing (WNA) yang menjadi korban akibat peristiwa ini.

"Berdasarkan laporan sementara semua korban adalah masyarakat lokal. Tidak ada warga asing," kata Kepala Pusat Data, Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran persnya, Minggu (16/10/2016).

Masih kata Sutopo, banyaknya orang yang menyeberang membuat jembatan tak kuat menahan beban. Beberapa pengendara motor dan warga yang tengah berjalan kaki tercebur ke laut.

"Sebelum runtuh sudah goyang-goyang kemudian ambruk. Beberapa pengendara motor dan orang sehingga jatuh ke laut yang sedang surut. Beberapa warga yang ada di lokasi langsung berusaha menyelamatkan korban. Beberapa korban yang jatuh ada yang langsung berenang dan berjalan di Selat. Padahal sebelumnya di Jambatan tersebut sudah ada papan pemberitahuan," ungkapnya.

Sementara itu, Petugas BPBD Klungkung Wayan Aryawan menyatakan ambruknya jembatan terjadi saat masyarakat lokal tengah ingin melakukan upacara adat di Nusa Ceningan. Sebelum ambruk, masyarakat sudah diimbau untuk tidak menggunakan jembatan tersebut karena tengah dalam kondisi rusak.

"Tidak ada korban WNA. Kebetulan ada upacara di Nusa Ceningan jadi mereka mau enggak maui harus nyebrang lewat situ karena jembatan itu satu-satunya jalan menuju Nusa Ceningan," kata Wayan. ***

wwwwww