Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
11 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
4 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Dialog Kebangsaan di Padang, Sejarawan Mestika Zed: Tan Malaka Pencetus Nasionalise Pertama

Dialog Kebangsaan di Padang, Sejarawan Mestika Zed: Tan Malaka Pencetus Nasionalise Pertama
Suasana dialog kebangsaan di Aula UNP Air Tawar Padang yang dilaksanakan Tan Malaka Institute.
Sabtu, 24 September 2016 12:21 WIB
Penulis: Calva

PADANG - Semangat nasionalisme atau nasionalise puritan untuk Indonesia merdeka yang dilahirkan pendiri bangsa sebelum merdeka lahir dalam sebuah pertarungan akal budi yang penuh empati, tajam dan visioner dan tidak lahir dari lamunan asal jadi. Dengan kata lain, ia lahir dari daya cipta intelektual yang hebat, kreatif dan penuh keberanian.

Hal ini dikatakan Sejarawah Universitas Negeri Padang Prof. Mestika Zed, ketika berbicara dalam Dialog Kebangsaan yang dilaksanakan oleh Tan Malaka Institute di Padang, Sabtu (24/9/2016). Dialog juga menghadirkan Sejarwan Belanda Penulis Buku Tan Malaka Prof. Harry Albert Poeze dan Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan.

Sejarah mencatat, dua dari tiga konseptor Indonesia Merdeka ini berasal dari Ranah Minang Sumatera Barat. Pertama Tan Malaka (1896-1949). Tan Malaka dengan keberanian dan intelektualitasnya, menyatakan hal ini dalam sebuah buku tipis berjudul Menuju Republik Indonesia (Neer de Republiek Indonesia) di tahun 1925. Dalam risalah kecil ini, Tan Malaka membentangkan pandangannya tentang Indonesia Merdeka di masa depan.

"Buku ditulis dengan menganalisis tantangan berat yang harus dihadapi pergerakan, baik dari sudut pandang politik global, maupun kondisi politik Indonesia sendiri," ujar Mestika.

Kedua, Mohammad Hatta (1902-1980). Proklamator ini sudah menulis Indonesia Merdeka dalam pembelaannya di Pengadilan Belanda di Den Haag dalam risalah berjudul Indonesia Vrije (1928). Ketiga, Soekarno. Ia menyuarakan kemerdekaan dalam tulisannya bertajuk Menuju Indonesia Merdeka (MIM) untuk pidato di tahun 1933.

"Soekarno membayangkan bahwa perjuangan menuju Indonesia merdeka adalah perjuangan membangun 'jembatan emas'. Dan nantinya berdiri suatu masyarakat tiada keningratan, tiada keborjoisan, tiada kelas-kelasan dan tiada kapitalisme," ujar Mestika menyimpulkan risalah pidato Bung Karno.

Mestika menyimpulkan, perjuangan nasionalisme yang diperjuangkan untuk Indonesia Merdeka oleh putra terbaik Minangkabau, tidak hanya mempengaruhi percaturan politik kebangsaan dan perjuangan pergerakan kemerdekaan, tapi mereka perjuangkan sampai ke liang kubur. (***)

wwwwww