Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
24 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah
PON XIX Jawa Barat 2016

Waduh, Kericuhan Kembali Terulang, Manajer Menembak Sumsel Sebut Alat Pengitungan Skor di Jabar Kampungan dan Proyek 'Gila'

Waduh, Kericuhan Kembali Terulang, Manajer Menembak Sumsel Sebut Alat Pengitungan Skor di Jabar Kampungan dan Proyek Gila
Kericuhan di Venue Menembak PON Jabar. (GoNews.co/Azhari)
Kamis, 22 September 2016 18:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Suasana ricuh terjadi di venue menembak Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016 di Cimahi, Kamis (22/9) siang. Buruknya kualitas alat penghitung skor yang disiapkan oleh panpel menjadi keluhan dan menimbulkan kerusuhan.

Pelatih menembak Sumsel, Saptono sendiri mengatakan kejadian rusaknya alat penghitungan yang sudah terjadi kedua kalinya selama pelaksanaan PON XIX Jabar sangat mencoreng pelaksanaan pertandingan.

"Kemarin Sumsel sudah mengalaminya di bagian putra, dan hari ini terjadi lagi di nomor 50M Prone Women putri. Atlet andalan kita Maharani Ardi yang sudah menembak sekitar 30 peluru di ban 18 diminta pindah ke ban 1 karena sistemnya rusak," jelasnya.

Menurutnya, kejadian ini jarang ditemui, bahkan di PON Kaltim 2012 lalu tidak terjadi. "Biasanya jika atlet sudah menembak maka hasilnya akan otomatis bisa dilihat, sekarang dengan sistem manual. Tentu ini akan sangat bisa terjadi kesalahan," ketusnya.

Sementara itu, cibiran keras terkait bobroknya pelaksanaan pertandingan cabor menembak datang dari manajer Kaltim, Sarwono Hidayat. "Alatnya kampungan, PON Jabar ini proyek gila. Kami menolak penghitungan dengan sistem manual, seharusnya mereka melihat bagaimana alat yang ada di Kaltim, DKI Jakarta atau Sumsel. Ini kejuaraan nasional, kalau seperti ini seperti kelas kacangan," ketusnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Gelanggang
wwwwww