Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
3 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Sumut Nomor 1 Peredaran Narkoba

Pengamat: Beranikah Jokowi Seperti Presiden Filipina dalam Pemberantasan Narkoba

Pengamat: Beranikah Jokowi Seperti Presiden Filipina dalam Pemberantasan Narkoba
Presiden Joko Widodo. (Google)
Selasa, 20 September 2016 11:53 WIB
Penulis: Yusuf Ahmad
MEDAN - Munculnya tanggapan dari Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara Brigjen Pol Andi Loedanto yang menyebutkan, Sumatera Utara masuk peringkat pertama peredaran narkoba tertinggi di Indonesia. Ditanggapi serius pengamat sosial, Shohibul Anshor Siregar. 

Menurutnya, kejadian tersebut bersumber dari penegak hukum sendiri. "Karena oknum penegak hukum itu banyak dan seringnya bermain mata dengan Bandar Narkoba sehingga dari situ mereka mendapatkan pulus," kata Shohibul kepada GoSumut, Selasa (20/9/2016).

Menurutnya, kalau benar Aparat penegak hukum itu menjalankannya tugasnya, tidak akan begini Sumut ini. "Saran saya harus ada sikap yang tegas dari Kapolri dan Presiden Jokowi," ujarnya.
Sebab Presiden Filipina yang baru, lanjut Shohibul punya target enam bulan menghabisi bandar narkoba dari Philipina dan mengambil sikap tegas dengan tembak ditempat terhadap bandar narkoba walaupun dia dituduh melanggar HAM dan dia tidak perduli yang penting menyelamatkan negaranya.
"Sekarang presiden Jokowi kita minta berani apa tidak membuat target seperti itu, dalam satu Jokowi harus bisa menyelesaikan masalah Narkoba di Indonesia," tegas Shohibul.

Editor:Arif
Kategori:GoNews Group, Cendekia, Kabar Bertuah
wwwwww