Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
4 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah
PON XIX Jawa Barat 2016

Menpora Sayangkan Pemukulan Oleh Aparat TNI Terhadap Atlet Polo Air

Menpora Sayangkan Pemukulan Oleh Aparat TNI Terhadap Atlet Polo Air
Insiden aparat TNI mengintimidasi atlet Polo Air Sumsel dan DKI. (Azhari/GoNews)
Selasa, 20 September 2016 11:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyayangkan terjadinya kasus pemukulan yang terjadi dalam pertandingan babak semifinal cabang Polo Air PON XIX Jawa Barat yang mempertemukan tuan rumah Jawa Barat dan Sumatera Selatan di Kolam Renang Gelora Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (19/9/2016).

Bahkan, politisi PKB ini meminta Pengurus Besar Pekan Opahraga Nasional (PB PON) dan KONI Pusat mengusut tuntas kasus pemukulan tersebut.

"Saya minta PB PON dan KONI Pusat mengusut tuntas peristiwa pemukulan yang terjadi di arena Polo Air di PON Jabar," kata Imam Nahrawi di Jakarta, kemarin.

Menurut Imam, kasus pemukulan itu telah mencederai dunia ooahraga Indonesia. "Sungguh memalukan. Mestinya PON itu ajang adu prestasi tetapi terbalik malahan emosi yang nampak. Sudahi dan sudahi cara-cara yang tidak bermartabat ini," katanya.

Imam Nahrawi meminta aparat keamanan untuk mengendalikan diri dan jangan mudah terpancing dan emosional. Permintaan yang sama juga ditujukannya kepada suporter yang terlibat. "Ayo kendalikan diri dan jangan ciderai ajang prestasi ini," tegasnya.

Secara khusus Imam meminta kepada seluruh hakim, wasit dan juri yang bertugas untuk bertindak adil, jujur dan sportif. "Jangan berpihak pada siapapun kecuali kepada kejujuran, kebenaran dan keadilan. Sudahi keberpihakan yang dicurigai menguntungkan propinsi tertentu. Ayo bertindak arif, bijak dan menguntungkan prestasi nasional atlet kita," katanya lagi.

Dalam kerusuhan itu, bukan hanya melibatkan pemain Tim Polo Air Jawa Barat dan Tim Polo Air Sumateta Selatan di dalam kolam. Namun, perkelahian juga terjadi antara suporter dari DKI Jakarta dengan aparat keamanan. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Gelanggang
wwwwww