Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
19 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
17 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
20 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
20 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
6 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Sepakbola
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Catat..! Pilkada Kian Dekat, PNS Dilarang Terlibat Politik, Jika Bandel Siap-siap Dapat Sanksi

Catat..! Pilkada Kian Dekat, PNS Dilarang Terlibat Politik, Jika Bandel Siap-siap Dapat Sanksi
Ilustrasi.
Rabu, 31 Agustus 2016 00:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Para Aparatur Sipil Negara diminta untuk tidak terlibat dalam dunia politik praktis, hal tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi dalam acara Forum Komunikasi Kebijakan PANRB dan Replikasi Inovasi Pelayanan Publik se Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2016, Selasa (30/8/2016).

Permintaan tersebut menyusul akan digelarnya pemilihan kepala daerah (Pilkada) dibeberapa daerah di Indonesia, termasuk 3 wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 2017 mendatang. Adapun kota di NTT yang mengikuti pilkada ialah Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata.

"Untuk pemilihan kepala daerah tahun depan, para ASN jangan sampai ada yang terlibat politik, fokus saja sama pekerjaannya melayani rakyat sebaik baiknya," Katanya.

Ia pun menegaskan pihaknya tidak akan segan menjatuhkan sanksi bagi ASN yang kedapatan ikut dalam politik, termasuk wilayah Provinsi NTT yang tahun depan akan diadakan Pilkada. "Sanki bagi ASN yang ikut dalam politik akan dijatuhkan, untuk itu bekerja saja yang benar serta profesional," Ujarnya.

Menurutnya jika ASN ikut terlibat dalam politik dalam hal ini Pilkada dapat berdampak pada menurunnya kinerja, yang berujung pada kurang optimalnya melayani masyarakat. Oleh karena itu ASN diminta untuk dapat melayani rakyat bukan lagi menjadi yang dilayani.

Lebih lanjut ia menambahkan jika terdapat PNS yang ikut berkampanye akan dijatuhkan sanksi, begitu juga dengan pimpinan dimana ia bekerja. "Hukuman diberikan tidak hanya pada asn nya tapi juga pada pimpinannya," Ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Sektetaris Daerah (Sekda) NTT Frans Salem memyampaikan persamaan pendapat dengan yang dikemukanan Menteri Asman. Menurutnya PNS harus belerja profesional melayani masyarakat bukan malah ikut dalam ajang pilkada. Hukuman pun akan dijaguhkan kepada para pegawai pemerintah yang kedapatan ikut berpartisipasi dalam kegiatan kampanye.

"Sanksi pasti kami berikan pada ASN yang kedapatan dalam kampanye, terlebih tahun depan 3 wilayah di NTT akan ikut dalam pemilihan kepala daerah serempak di 2017," tuturnya. (rls)

wwwwww