Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
3 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Tragedi Berdarah di Kepulauan Meranti, Kapolri: Jika Terbukti Salah Prosedur, Saya Tak Segan-segan Berikan Sanksi

Tragedi Berdarah di Kepulauan Meranti, Kapolri: Jika Terbukti Salah Prosedur, Saya Tak Segan-segan Berikan Sanksi
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (istimewa)
Jum'at, 26 Agustus 2016 19:06 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bakal menindak anggotanya jika terbukti melakukan pelanggaran terkait dengan tewasnya tenaga honorer Dispenda Pemkab Meranti, Apri Adi Pratama (24) di Polres Meranti.

Tito mengatakan, bila ada dugaan pelanggaran, maka Polri bakal melakukan proses hukum baik secara internal kepolisian maupun proses pemidanaan.

"Ini berarti melanggar commander wish saya yakni idak boleh melakukan tindakan eksesif, tindakan kekerasan yang berlebihan. Apalagi kepada tersangka yang sudah menyerah yang sudah dikuasai," kata Tito saat ditemui wartawan di Kompleks Mabes Polri, Jumat (26/8/2016).

"Saya tidak akan segan-segan untuk meminta kepada anggota yang bersangkutan diproses hukum," imbuh Tito.

Sebelumnya telah diberitakan di GoNews.co, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane menilai bentrokan yang terjadi di Mapolres Kepulauan Meranti, Riau antara warga dengan anggota kepolisian yang mengakibatkan satu orang tewas, menunjukkan institusi korps Bayangkara tidak pernah berubah dan tidak profesional, padahal elit-elit Polri selalu beretorika bahwa perubahan sudah dilakukan oleh jajaran kepolisian.

Seperti diketahui, seorang warga Selatpanjang tewas dalam bentrokan berdarah di Mapolres Kep. Meranti, hari Kamis (25/8/2016).

Bentrokan ini adalah buntut dari tewasnya Apri Andi Pratama (24), pegawai honorer Pemkab Meranti setelah menikam seorang anggota polisi Brigadir Aidil S Tambunan hingga tewas.

"Tewasnya tersangka di Mapolres Kep. Meranti semakin menunjukkan bahwa sesungguhnya kantor polisi bukanlah tempat yang aman bagi pencari keadilan. Semangat pelayanan, mengayomi dan melindungi yang menjadi jargon Polri adalah sebuah jargon kosong yang jauh dari kenyataan," pungkas Neta S Pane. (***)

wwwwww