Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
22 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
19 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
8 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
4 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Zulkifli Hasan: Kasus Penukaran 20 Anak di NTT dengan Mobil Sangat Biadab, Aparat Harus Tegas

Zulkifli Hasan: Kasus Penukaran 20 Anak di NTT dengan Mobil Sangat Biadab, Aparat Harus Tegas
Pembongkaran kasus perdagangan anak di Polda NTT. (foto: Metrotvnews)
Rabu, 24 Agustus 2016 11:52 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Praktik perdagangan anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah seperti layaknya jual beli di pasar. Anak diperjualbelikan mulai harga Rp4,5 juta hingga Rp27,5 juta per orang. Malah ada 20 anak dihargai satu mobil Daihatsu Xenia.

Polda NTT pun berhasil membongkar jaringan tersebut. Agen perdagangan manusia yang menukar anak dengan mobil itu ditengarai berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Anak-anak yang direkrut calo dari berbagai desa itu ialah perempuan yang rata-rata berusia 15 tahun - 16 tahun. Saat ini, mobil dan barang bukti lain telah disita.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua MPR Zulkifli Hasan kepada GoNews.co mengatakan, kelakuan para agen adalah nyata-nyata perbuatan keji dan bejat.

"Kasus "Human trafficking di NTT semakin mengkawatirkan, ini adalah pelanggaran kemanusiaan. Pelaku harus ditindak tegas, aparat keamanan harus membongkar sampai ke akar-akarnya," ujar Zulkifli Hasan, Rabu (24/08/2016) di Jakarta.

Ketegasan aparat kata Zulkifli, sangat diperlukan, karena kejadian Human Trafficking tersebut sudah sangat melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan.

"Pertama saya apresiasi pihak aparat yang berhasil membongkar jaringan ini. Saya juga mengimbau untuk seluruh aparat penegak hukum disemua daerah agar lebih ketat dan waspada dengan perdagangan manusia. Terlebih korbannya adalah anak-anak," pungkas dia. (***)

wwwwww