Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
24 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
22 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
7 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
4
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
11 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
5
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
7 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Hidayah Allah, 200 Warga Keturunan Tionghoa Jadi Mualaf

Hidayah Allah, 200 Warga Keturunan Tionghoa Jadi Mualaf
Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Buya H. Muslim Nur diapit dua personil Humas dan Protokol Kota Padang. (Foto: Yurizal)
Kamis, 14 Juli 2016 08:17 WIB
PADANG – Hidayah itu datang dari Allah SWT dan tidak ada yang bisa mengalanginya. Kian hari semakin banyak saja warga yang menjadi mualaf. Teranyar, ratusan warga keturunan Tionghoa di Sumatera Barat menganut agama Islam.

“Sebanyak 200 keturunan Tionghoa di Sumbar telah menjadi mualaf,” terang Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Buya H. Muslim Nur saat memberi tausyiah pada Halal bi Halal di Kelurahan Belakang Pondok, Kecamatan Padang Selatan, Rabu (13/7).

Menurut Buya H. Muslim Nur, semakin bertambahnya jumlah warga keturunan Tionghoa yang menjadi mualaf akan semakin meramaikan masjid dan tempat ibadah. Apalagi, sebentar lagi di Kelurahan Belakang Pondok akan berdiri Masjid Muhammad Cheng Ho.

“Masjid itu diharapkan mampu membina dengan baik ratusan mualaf itu nantinya,” terangnya di depan warga yang berkumpul di depan kantor lurah setempat.

Sementara itu, terkait hasil riset Maaruf Institute beberapa waktu lalu yang menyebut Padang sebagai kota yang tidak Islami, Buya H. Muslim Nur mengimbau warga untuk tidak terpengaruh.

"Kalau riset ini sesuai dengan kaidahnya, kita jadikan introspeksi, jika tak benar kita jadikan evaluasi,” katanya.

Buya Muslim juga mengajak warga untuk tidak menjadikan riset Maaruf Institute tersebut sebagai beban batin. Jika perlu, hasil riset tersebut kita balikkan.

“Caranya dengan meramaikan masjid,” sebutnya.

Buya Muslim mengajak warga untuk tidak terpecah belah dan meniru ilmu padi. Padi semakin berisi kian merunduk. Artinya, selalu menjadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak.

“Padi juga berkumpul, dan masjid merupakan tempat kita berkumpul, bersatu dalam keberagaman,” katanya.(Charlie / DU / Mursalim)

Editor:Calva
Kategori:Warga Bertuah, GoNews Group, Kulim, Binawidya
wwwwww