Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
22 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
2
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
7 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
3
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
11 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
7 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Nasional
8 jam yang lalu
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Ditangan Tito Karnavian, Polisi Harus Ciptakan Reformasi dari Hulu ke Hilir

Ditangan Tito Karnavian, Polisi Harus Ciptakan Reformasi dari Hulu ke Hilir
Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. (net)
Kamis, 14 Juli 2016 09:33 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Serah terima jabatan Kapolri merupakan bagian dari regenerasi pada tubuh Kepolisian. Dengan resminya Tito Karnavian menjabat sebagai Kapolri yang baru, diharapkan segera terwujud reformasi total ditubuh Polri.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsi, saat dimintai tanggapan soal Kapolri yang baru saja dilantik oleh Presiden Joko Widodo tersebut.

"Kita tentunya menyampaikan terima kasih kepada Jend Badrodin Haiti yang telah menjalankan tugas dengan baik. Kemudian kita berikan dukungan kepada Jendal Tito untuk melanjutkan estafet reformasi di tubuh Polri. Setidaknya ada lima pekerjaan rumah yang harus dikebut oleh Kapolri yang baru," ungkapnya kepada GoNews.co, Kamis (14/07/2016) melalui Whatsapp.

Kelima PR tersebut kata dia, Jenderal Tito harus bisa melanjutkan reformasi Polri secara menyeluruh. "Saya telah sampaikan hal ini saat melakukan fit and proper test di komisi III dulu, kemarin sepertinya presiden juga menyampaikan hal yang sama, agar kapolri melakukan reformasi dari hulu hingga hilir," tukasnya.

Selanjutnya kata dia, Tito juga harus bisa menjaga soliditas korps. "Ini juga tugas yang tidak mudah, karena pengangkatan Pak Tito sebagai Kapolri telah melompati 5 angkatan, akibatnya banyak senior yang harus dikoordinasikan dalam struktur, karenanya soliditas lembaga harus dikedepankan," pintanya.

Sinergi dengan penegak hukum lain juga diperlukan, Polri menurutnya, perlu bekolaborasi dengan Kejaksaan, KPK maupun pengadilan dalam upaya penegakan hukum. Sinergitas para penegak hukum ini akan menentukan kualitas penegakan hukum di Indonesia.

"Kemudian adalah menjaga hubungan baik dengan TNI, Kapolri yang baru harus melakukan evaluasi agar bentrok antara TNI-Polri tidak terulang. Komunikasi antas dua lembaga ini harus dijaga agar terjadi hubungan yang baik pada semua jenjang," tukasnya lagi.

Dan yang terakhir katanya, Kapolri harus bisa menggenjot program penegakan hukum strategis, seperti penanganan narkoba, terorisme dan sparatisme. (***)

wwwwww