Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
5
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
Balai Kota
7 jam yang lalu
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
6
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  GoNews Group

7 WNI Disandera, Akom: Saya Percaya Aparat Kita Mampu Membebaskan, Tapi Pemerintah Jangan Lengah

7 WNI Disandera, Akom: Saya Percaya Aparat Kita Mampu Membebaskan, Tapi Pemerintah Jangan Lengah
Ketua DPR RI, Ade Komarudin. (istimewa)
Jum'at, 24 Juni 2016 14:17 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Ketua DPR Ade Komarudin atau Akom mempercayakan soal disanderanya 7 WNI di Filipina kepada aparat penegak hukum.

"Ini ketiga kali, saya percaya kepada aparat yang tangani. Pasti udah punya langkah-langkah yang sebelumnya terbukti efektif," katanya di Gedung DPR Jakarta, Jumat (24/6/2016).

Meski demikian Akom mengingatkan agar jangan sampai pemerintah lengah dengan kasus-kasus seperti ini. Menurutnya, pembebasan ketujuh WNI itu harus dipercepat.

"Tapi saya ingatkan jangan sampai lengah dan kalau bisa prosesnya dipercepat kalau udah tau apa yang harus dilakukan untuk masalah sandera," katanya.

Lanjut Akom, dalam upaya pembebasan 7 WNI yang disandera di Filipina, pemerintah tidak perlu melakukan pendekatan militer.

"Tidak usah karena ini premanisme, vandalisme yang sesungguhnya bisa dilakukan dengan pendekatan persuasif," kata Akom.

Akan tetapi, pembebasan ketujuh WNI itu juga dianggap memerlukan komunikasi intensiy dengan pemerintah Filipina agar hal ini tidak kembali terjadi.

"Tapi ini harus kerjasama dengan pemeritnah setempat agar gak berulang. Karena ini menyangkut keamanan nasional negara tersebut, bukan ideologi gerakan-gerakan teroris," imbau politikus Partai Golkar ini. ***

wwwwww