Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
17 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
18 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
15 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
18 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
4 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Sepakbola
1 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Home  /  Berita  /  Hukum

Sempat Digembok Warga, MTsN 1 Bukittinggi Dibuka Kembali dengan Beberapa Kesepakatan

Sempat Digembok Warga, MTsN 1 Bukittinggi Dibuka Kembali dengan Beberapa Kesepakatan
Selasa, 21 Juni 2016 22:30 WIB
Penulis: jontra
BUKITTINGGI - Setelah sempat digembok selama sehari penuh oleh warga Gulai Bancah, Bukittinggi, akhirnya gedung sekolah MTsN 1 Bukittinggi kembali dibuka. Pembukaan gembok ini dilakukan setelah dicapainya kesepakatan antara warga, tokoh masyarakat Gulai Bancah, pihak sekolah MTsN 1 dan Kemenag Bukittinggi serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Terkait penggembokan tersebut Tokoh Masyarakat Gulai Bancah, Yontrimansyah, yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Bukittinggi mengatakan, penggembokan sekolah itu dilakukan, karena masyarakat Gulai Bancah tidak puas atas hasil penerimaan siswa baru di MTsN 1 Bukittinggi.

“ Sungguh, tidak ada maksud dan niat yang tidak baik dari kami. Tapi karena ada anak keponakan kami yang tidak dapat masuk di sekolah ini, tentu harus diselesaikan agar anak ini bisa diterima, itu jumlahnya 52 orang. Alhamdulillah, sudah ada kesepakatan semua anak kemenakan kami bisa diterima semuanya,” ungkap Yontrimansyah.

Dikatakan juga oleh Yontrimansyah, jika tidak ada solusi seperti ini, maka tokoh masyarakat akan terus didesak oleh warga agar semua anak kemenakan mereka bisa diterima masuk sekolah ini.

Terpisah, Kepala Kemenag Kota Bukittinggi, M. Nur menuturkan, dalam pertemuan tersebut disepakati jika semua anak Gulai Bancah ditampung di MTsN 1 Bukittinggi, dengan catatan lokalnya tidak berada di lingkungan MTsN 1 Bukittinggi, karena telah penuh (full capacity).

Selain itu, Kota Bukittinggi juga mempunyai Yayasan Ikhwatul Muslimin di Pintu Kabun yang izin operasional sudah ada. Jadi yang tidak tertampung bisa sekolah sekolah di sana, tapi kurikulum dan gurunya dari MTsN 1 ini juga. Lokalnya juga sudah ada dan tinggal menempati saja. Mulai tahun ajaran baru nanti bisa dimulai. Jadi, semua program berada dinaungan MTsN 1, hanya saja lokasinya yang jauh terpisah, pungkasnya. (**)

Kategori:Lima Puluh, Hukum
wwwwww