Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
5 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
5
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ada 'Naga Raksasa' di Lereng Gunung Tapaktuan

Ada Naga Raksasa di Lereng Gunung Tapaktuan
Replika Naga Raksasa di lereng gunung Tapaktuan selalu disambangi pengunjung. [Al Fahd Radi Fahlefi]
Senin, 23 Mei 2016 22:45 WIB
Penulis: Al Fahd Radi Fahlefi
TAPAKTUAN – Unik dan menarik perhatian publik, legenda Kota Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan berjuluk kota Naga dilestarikan melalui momen replika Naga Raksasa di lereng pengunungan. Konten ini menyedot wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Kata mantan Kadis Budparpora, Azwar Rahman, replika Naga Raksasa dibangun sekira tahun 1987 semasa kepemimpinan Bupati Sayed Mudhahar Ahmad, di Jalan Putro Bungsu, Gampong Hilir, Tapaktuan. Tepatnya di lereng gunung, bersebelahan Pendopo Bupati dan Kantor Kejaksaan Negeri Tapaktuan.

“Konten Naga Raksasa berbentuk satwa hidup ini, dibangun untuk mengenang peristiwa dan pelestarian sejarah asal mula nama Tapaktuan sebagai ibu kota Kabupaten Aceh Selatan. Tapaktuan dipungut dari legenda Teungku Tuan Tapa saat membinasakan seekor naga raksasa yang mengamuk ribuan tahun silam,” ujarnya kepada GoAceh, Senin (23/5/2016).

Menurut cerita-cerita orang terdahulu, tambah Azwar Rahman, pertarungan sengit antara Teuku Tuan Tapa dan naga bercula meninggalkan sejumlah bukti. Dua Tapak Tuan Tapa berukuran 3x1,5 meter membekas di lereng gunung Lampu dan Gampong Padang. Kopiah di atas tongkat telah jadi batu dan masih tertancap di lautan tidak jauh dari lokasi tapak raksasa.

“Dongeng ini juga meninggalkan beberapa bukti nyata. Ceceran darah dan organ tubuh naga melekat di Gampong Batu Itam dan Batu Merah. Hingga saat ini terdapat batu berwarna merah dan hitam. Pelarian dan gerakan satwa melata ketika diburu Tuan Tapa mengakibatkan sebuah pulau terbelah, yaitu Pulau Dua di Bakongan Timur,” papar Azwar Rahmat.

Menjejaki perjalanan sejarah, legenda ini pengundang perhatian dunia dan menyedot wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke kota mungil Tapaktuan. “Saban hari, pelancong datang ke lokasi-lokasi bersejarah. Semoga potensi ini menjadi ikon untuk kemajuan Aceh Selatan,” pungkasnya.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:GoNews Group, Kabar Bertuah
wwwwww