Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
7 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Munaslub Partai Golkar

Titiek Soeharto Ingatkan Luhut Tak Intervensi Munaslub Golkar

Titiek Soeharto Ingatkan Luhut Tak Intervensi Munaslub Golkar
Titiek Soeharto. (istimewa)
Senin, 16 Mei 2016 12:17 WIB
BALI - Anggota tim sukses Caketum Golkar Ade Komarudin, Siti Hediati Harijadi atau Titiek Soeharto mengkritik Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan, yang menyebut bahwa Presiden Jokowi tak nyaman jika Ketua Umum Golkar rangkap jabatan dengan pejabat pemerintah.

"Kita partai besar, kita lagi munas. Janganlah ada intervensi atau apa. Biarlah pemegang suara DPD I atau II ini yang memilih dan menentukan siapa yang terbaik bagi Golkar ke depan. Toh ini juga enggak lama, sampai 2019," kata Titiek Soeharto di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Senin (16/5/2016).

"Semestinya ini kan urusan Golkar ya. Kalau memang calonnya mampu, ya kita lihat saja," imbuh Titiek.

Menurutnya, tidak ada masalah jika Ketua Umum Golkar rangkap jabatan, misalnya Ade Komarudin sebagai ketua DPR.

Justru kata Titiek, kader Golkar bangga Ketua Umum Golkar punya posisi yang sejajar dengan Presiden.

"Sebetulnya kalau Ketua DPR kenapa? Justru kita sebagai orang Golkar, kita bangga kader kita sejajar sama Presiden levelnya," terangnya.

Titiek justru menyebut, hal paling utama untuk memilih Ketua Umum Golkar adalah soal integritas dan tidak tercela. Calon ketua umum yang dipilih bukan sosok yang bermasalah. Apalagi jika tersangkut dengan masalah hukum.

"Lebih terganggu lagi bila kita punya ketua yang bermasalah. Tiba-tiba di tengah jalan dia kerja, ada masalah dipanggil KPK lah, ini, itu," ucap Titiek.

"Kita takutnya kalau Golkar dipimpin oleh kadernya yang bermasalah, kita repot jadinya. Ketua kita bermasalah, pasti kebawa-bawa juga partainya," tegasnya. Rls

Editor:Daniel Caramoy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Parlemen
wwwwww