Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
2
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
3
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
4
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ruas Jalan Penghubung Kecamatan Tergenang Banjir

Ruas Jalan Penghubung Kecamatan Tergenang Banjir
Kondisi jalan utama penghubung Kecamatan Teunom dan Pasie Raya di Kabupaten Aceh Jaya. (Raja Umar/GoAceh)
Senin, 16 Mei 2016 07:41 WIB
Penulis: Raja Umar
MEULABOH - Ruas jalan utama penghubung Kecamatan Teunom dan Pasie Raya di Kabupaten Aceh Jaya, tergenang banjir  luapan sungai Kreung Teunom setinggi 50 centimeter. Akibatnya arus pengguna kendaraan terganggu.

“Jalan ini sudah tergenang banjir sejak dari pagi tadi Sabtu (15/5/2016), sehingga pengguna jalan terganggu”, terang Rusnaldi warga Pulo Tinggi, Kepada GoAceh.

Dia menuturkan, bajir ini sudah menggenangi jalan sepanjang tiga km. Dimana jalan tersebut merupakan  ruas jalan utama penghubung antar Kecamatan. Sehingga dipastikan pengguna jalan tidak dapat melewati. 

“Kalau mobil yang tinggi sebagian masih bisa lewat, tapi kalau kendaraan roda dua tidak dapat dilalui lagi, paling kalau ada yang lewat harus dinaikkan kebecak dayung dan harus membayar Rp. 20 ribu” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penyebab utamnya adalah luapan air dari sungai kreung Teunom. Dimana sungai tersebut melintasi pemukiman warga berliku dan tak mampu menampung debit air saat diguyur hujan deras.

  “Saat hujan selalu banjir luapan sungai, karena sungai berliku dan tak ada tanggul penahan” katanya.

Pantauan dilapangan, meski banjir setinggi 50 centimeter telah menggenangi ruas jalan utam penghubung kecamatan itu telah tergenang banjir luapan suangai sepanjang tiga kilometer, sejumlah pengguna kendaraan roda empat nekat menobos arus banjir yang menggenagi badan jalan. Warga khawatir jika hujan terus mengguyur ketinggian banjir akan semakin tinggi.?

wwwwww