Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
5 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Investasi Reksadana Masih Sangat Rendah

Senin, 16 Mei 2016 11:23 WIB
Penulis: Zul Marbun
investasi-reksadana-masih-sangat-rendahDarmin SE MBA, praktisi reksadana. (Zul/GoSumut)
Medan - Kondisi investasi reksadana Indonesia saat ini masih sangat rendah. Demikian Darmin SE MBA, praktisi reksadana dalam perbincangan dengan GoSumut di sela donor darah Panin Asset Management di Medan, Senin (16/5/2016).

Menurut Darmin, dari 250 juta penduduk Indonesia, masyarakat yang menanamkan investasi di reksadana baru mencapai 0,2 persen atau sekitar 500 ribu jiwa. Padahal peluang keuntungan berinvestasi di reksadana sangat potensial.

Khusus di Sumatera Utara, kata Darmin, jumlah investor reksadana baru mencapai 10 ribu orang dari sekitar 12 juta jiwa penduduk Sumut. "Karena itu peluang investasi di reksadana di Sumut juga masih sangat potensial," jelasnya.

Apalagi, kata Darmin, produk layanan dalam bentuk layanan keuangan mikro di berbagai perusahaan reksadana sudah sangat mudah diakses. "Cukup dengan dana Rp 100 ribu kita sudah bisa berinvestasi di reksadana," terang Darmin.

Dari regulasi yang digulirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kata Darmin, program keuangan mikro tersebut dapat diprogram secara bulanan selama 1 tahun.

"Selain dapat ditingkatkan nominalnya menjadi Rp 250 ribu, investor juga dikafer dalam pertanggungan asuransi kecelakaan sesuai program masing-masing perusahaan reksadana," pungkas Darmin. (zul)

wwwwww