Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
8 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
15 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah
Surel dari Negeri Paman Sam

Pria Muslim Pakistan, Zamir Hasan: Tidak Bisa Tidur Kalau Tetangganya Lapar

Pria Muslim Pakistan, Zamir Hasan: Tidak Bisa Tidur Kalau Tetangganya Lapar
Zamir Hasan dan Irawan Nugroho. (Ist)
Jum'at, 06 Mei 2016 13:31 WIB

NEW YORK - Lahir di India dan besar di Pakistan, Zamir Hassan hijrah ke New York tahun 1973 untuk belajar IT. Walaupun sukses sebagai tukang insinyur, Zamir memiliki kepedulian sosial yang sangat tinggi. Banyak gelandangan berkeliaran di sekitar rumahnya.

"Sebagai seorang Muslim, saya tidak bisa tidur kalau tetangga saya lapar," katanya sebagaimana dalam surat elektronik Irawan Nugroho dari AS, Jumat (6/5/2016).

Tahun 2000 Zamir menggerakan saudara-saudara Muslimnya untuk membuka dapur umum, memberi makan para tuna wisma ini.

Program Muslim Against Hunger ini kemudian mendatangi para tuna wisma yang tinggal di berbagai sudut kota dengan mobil-mobil van, tidak peduli apa agama mereka.

Misi ini kemudian tidak hanya fokus pada memberi makan, tapi mengajak orang untuk terlibat dalam kegiatan sosial yang lebih luas. (***)

Editor:Calva
Kategori:Kabar Bertuah, GoNews Group, Bukit Raya
wwwwww