Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
8 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
15 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Ambruk Ditembak Polisi, Ternyata Ini Alasan Rismin Nekat Penggal Kepala Nenek Intan yang Tak Lain Orangtua Angkatnya

Ambruk Ditembak Polisi, Ternyata Ini Alasan Rismin Nekat Penggal Kepala Nenek Intan yang Tak Lain Orangtua Angkatnya
Rismin, pemenggal kepala orangtua angkatnya usai ditangkap polisi, tengah malam tadi
Jum'at, 06 Mei 2016 13:05 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - R alias Rismin, pemuda berumur 19 tahun ini ditetapkan polisi sebagai pelaku tunggal pada pembunuhan sadis yang dialami nenek Intan (60), yang tewas menggenaskan dengan kondisi kepala putus usai disabet parang, 3 Mei 2016 siang kemarin, di Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujungbatu, Rohul, Provinsi Riau.

Hasil interogasi polisi sementara ini, Rismin mengaku tega memenggal kepala orangtua angkatnya itu lantaran emosi yang sudah tak bisa dibendung lagi. Selain itu dia mengaku sakit hati karena dimarahi usai dituduh mencuri tabung gas. Kepada aparat berwajib, Rismin membantah telah mencuri tabung gas, seperti yang dituduhkan kepadanya.

"Pengakuannya, dia emosi (memuncak) dan tak tertahan lagi. Dia mengaku tidak mencuri tabung gas, tapi dituduh demikian. Yang bersangkutan kesal, marah dan akhirnya membunuh korban dengan parang babat," ungkap Kapolres Rohul, AKBP Pitoyo Agung Yuwono, melalui Kasat Reskrim, AKP M Wirawan Novianto.

Wirawan yang dihubungi langsung GoRiau.com, Jumat (6/5/2016) siang menguraikan, pembunuhan ini diduga dilakukan pelaku secara spontan, persis saat korban sedang istirahat di area kebun sawit dekat rumah. Posisi nenek Intan ketika itu tengah duduk di kursi plastik.

Atas kekejamannya, Rismin pun ditetapkan polisi sebagai tersangka tunggal. Bahkan dia dapat 'oleh-oleh' dua tembakan di kaki kirinya, lantaran berusaha kabur dan melawan petugas, usai ditangkap Kamis (5/5/2016) tengah malam tadi, disebuah pondokan sawit, di Desa Kubu Pauh Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rohul. ***

wwwwww