Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
4 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kadis Pendidikan Bireuen: Mencoret Baju Seragam Usai UN, Itu Bukan Budaya Pelajar

Kamis, 05 Mei 2016 11:31 WIB
Penulis: Joniful Bahri
kadis-pendidikan-bireuen-mencoret-baju-seragam-usai-un-itu-bukan-budaya-pelajarKadis Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Drs Nasrul Yuliansyah MPd. (Foto: Joniful Bahri)
‎ BIREUEN - Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Drs Nasrul Yuliansyah MPd meminta seluruh sekolah SMA di Bireuen untuk mengadakan zikir dan tausiah, setelah memberikan informasi kelulusan ujian nasional (UN) kepada siswa.

“Dengan hura-hura dan euforia berlebihan saat merayakan kelulusan itu tidak akan menyalamatkan siswa yatim dan pendidikan anak-anak miskin yang sangat membutuhkan uluran tangan kita,” kata Nasrul kepada GoAceh.co, Kamis (5/5/2016).

Terlebih, lanjut dia, aksi menyemprot dan mencoret coret baju saat merayakan kelulusan adalah bukan "budaya Islami" serta bukan budayanya pelajar Bireuen, bahkan hal tersebut sangat mubazir.

“Lihatlah diluar sana masih banyak teman kalian yang tidak berpakaian, banyak teman kalian yang berpakaian robek ke sekolah,” harapnya.

Untuk itu dia meminta pihak sekolah melalui Organisasi Sekolah (OSIS) untuk mengumpulkan pakaian layak pakai, guna disumbangkan kepada siswa yang kurang mampu dan membutuhkan.

“Osis di sekolah diminta mengumpulkan pakaian seragam sekolah  untuk disumbangkan pada siswa yatim/miskin yang sangat dibutuhkan saat ini,” pintanya.

Tidak hanya sekolah, orang tua siswa juga dihimbau untuk dapat memberikan arahan kepada anaknya supaya tidak melakukan coret-coret pakaian pada saat pengumuman kelulusan. (Jon)

Editor:Oriza
Kategori:GoNews Group, Hukum, Kabar Bertuah
wwwwww