Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
16 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
17 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
14 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
17 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
3 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Sepakbola
37 menit yang lalu
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Home  /  Berita  /  Cendekia

Ini Alasan Sang Guru Honor di Pekanbaru yang Bela-bela Nyamar Jadi Wanita Lalu Merampok Rekan Kerjanya

Ini Alasan Sang Guru Honor di Pekanbaru yang Bela-bela Nyamar Jadi Wanita Lalu Merampok Rekan Kerjanya
Tersangka RK saat diamankan di Mapolsek Bukit Raya, Pekanbaru
Selasa, 03 Mei 2016 08:13 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Seorang guru honorer di Pekanbaru-Riau, RK (33) diamankan pihak Kepolisian Sektor Bukit Raya, setelah gagal mencuri di sekolah tempatnya mengajar. Dari tangannya, uang Rp3 juta, pakaian wanita yang dipakainya dan tas sandang diamankan sebagai barang bukti.

Pelaku yang sempat dihajar masa itu, Senin (2/5/2016) nekad mencuri di Madrasah YLPI, Jalan Kaharuddin Nasution, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, sekitar pukul 07.30 WIB.

"Saat beraksi, dia (RK) menyamar sebagai wanita dan mengenakan gamis, jilbab, masker serta sarung tangan," kata Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, Ipda M Bahari Abdi, Selasa (3/5/2016) pagi.

Dikonfirmasi lebih lanjut, kepada GoRiau.com, Abdi menuturkan, korbannya, Risti Sadri (24) memergoki RK ketika masuk ke ruang guru. Karena panik, pelaku langsung membekap mulut korban.

"Mendapat perlawanan, pelaku memukul dan membanting korban. Kemudian, melarikan diri dengan membawa tas korban yang berisi uang," tutur Abdi, melalui telepon.

Korban langsung berteriak dan pelaku berhasil ditangkap warga, selanjutnya pelaku diserahkan ke Mapolsek Bukit Raya untuk diproses hukum.

"Setelah kita periksa, Ia mengaku terdesak hutang kepada seseorang, hingga nekad mencuri. Tapi, apapun alasannya, RK tetap dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman sembilan tahun penjara," tutup Kanit.***

Pelaku yang sempat dihajar masa itu, Senin (2/5/2016) nekad mencuri di Madrasah YLPI, Jalan Kaharuddin Nasution, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, sekitar pukul 07.30 WIB.

"Saat beraksi, dia (RK) menyamar sebagai wanita dan mengenakan gamis, jilbab, masker serta sarung tangan," kata Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, Ipda M Bahari Abdi, Selasa (3/5/2016) pagi.

Dikonfirmasi lebih lanjut, kepada GoRiau.com, Abdi menuturkan, korbannya, Risti Sadri (24) memergoki RK ketika masuk ke ruang guru. Karena panik, pelaku langsung membekap mulut korban.

"Mendapat perlawanan, pelaku memukul dan membanting korban. Kemudian, melarikan diri dengan membawa tas korban yang berisi uang," tutur Abdi, melalui telepon.

Korban langsung berteriak dan pelaku berhasil ditangkap warga, selanjutnya pelaku diserahkan ke Mapolsek Bukit Raya untuk diproses hukum.

"Setelah kita periksa, Ia mengaku terdesak hutang kepada seseorang, hingga nekad mencuri. Tapi, apapun alasannya, RK tetap dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman sembilan tahun penjara," tutup Kanit.***

wwwwww