Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
12 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
10 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
3
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
10 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
12 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
16 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  Parlemen
Maju Balon Wakil Walikota Payakumbuh

Era MEA tak Bisa Ditawar-tawar Lagi

Era MEA tak Bisa Ditawar-tawar Lagi
Mawi Etek Arianto mendapat masukan dan dorongan dari ketua PDI-P Aribus Madri maju sebagai balon Wakil Walikota Payakumbuh
Sabtu, 16 April 2016 04:58 WIB
Penulis: Bayu De Nura

PAYAKUMBUH—Salah seorang anggota DPRD Payakumbuh dari Partai Gerindra Mawi Etek Arianto (MEA), mengatakan, era MEA memang tak bisa ditawar-tawar lagi. Bertekad maju sebagai bakal calon Wakil Walikota Payakumbuh sudah diperhitungkan dengan matang.

“Maju sebagai balon Wakil Walikota Payakumbuh akan membawa perubahan terhadap Masyarakat Ekonomi Agraris (MEA). Saat ini masih kita temukan lemahnya akses permodalan.
Akses petani terhadap sumber-sumber permodalan masih sangat terbatas, “ujar Mawi Etek Arianto dihadapan pengurus DPC Partai Demokrat ketika dia mengembalikan formulir pendaftaran sebagai balon Wakil Walikota Payakumbuh, Sabtu (16/4).

Menurut dia, era serba MEA di tahun 2016 ini memang cocok di agungkan, sehingga MEA singkatan Mawi Etek Arianto sangat sejalan dengan MEA Masyarakat Ekonomi Agraris sesuai dengan visi misi saya, sekaligus membawa perubahan ekonomi masyarakat agraris.

Keterbatasan modal ini karena petani Payakumbuh adalah petani gurem yang kurang mampu memenuhi persyaratan dan prosedur pengajuan kredit kepada bank maupun lembaga keuangan formal lainnya.

“Akibatnya sebagian besar petani lebih akrab dengan sumber-sumber pembiayaan informal (pedagang input/output, tengkulak, dan kelompok) karena sumber-sumber ini “sangat mengerti” kondisi dan kebutuhan petani, “ujar Mawi.

Untuk itu, pembangunan pertanian di Payakumbuh tidak saja dituntut untuk menghasilkan produk-produk yang berdaya saing tinggi, pembangunan pertanian diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah serta pemberdayaan masyarakat.

“Tantangan tersebut mengharuskan kita untuk bekerja keras, apabila menginginkan pertanian menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dapat menjadi motor penggerak pembangunan bangsa. Artinya, bersama kita bisa, “jelas Mawi.

Sekretaris Kerapatan Adat Nagari (KAN) Parambahan, kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina) J. Dt. Asa Batuah, ketika mengantarkan MEA mendaftar ke DPC Partai Demokrat, mengatakan, berbicara terhadap pertanian, memang sangat pas jika Mawi dipercaya sebagai Wakil Walkota Payakumbuh.

Kami melihat, kepedulian MEA kepada petani cukup tinggi, makanya dia mempunyai program terhadap masyarakat ekonomi agraris. Saat ini penguasaan akses pasar yang lemah sangat merugikan petani. Produk pertanian umumnya harus menghadapi struktur pasar yang monopsonis. Kondisi infrastruktur perdesaan (transportasi, pasar, gudang) yang belum memadai juga menyebabkan rantai tata niaga menjadi panjang.

Akibatnya petani kurang dekat dengan pasar dan posisi tawar petani dipasar menjadi lemah karena harga beli “ditentukan” oleh pedagang pengepul dan tengkulak. Dan tengok lagi, ketersediaan dan pemanfaatan lahan pertanian belum optimal.

“Karena tingginya alih fungsi atau konversi lahan pertanian ke non pertanian akibat kebijakan sekarang sedang menjadi fenomena yang terjadi di hampir seluruh kelurahan. Mewujudkan harapan yang cerah itu, tentunya kami berharap agar Mawi diusung oleh parpol maju sebagai balon Wakil Walikota, “harap J. Dt. Asa Batuah yang diamini tokoh masyarakat lainnya.

 

Ditambahkan Dt. Tunadia, Angku Malin Kotik dan Masri, dari kalangan alim ulama cadiak pandai, upaya peningkatan peran sektor pertanian itu, tentunya berada di tangan MEA. Petani harus mampu membangun usaha yang berdaya saing tinggi dan mampu berperan serta dalam melestarikan lingkungan hidup, ujarnya. ***

Editor:M.Siebert
Kategori:Parlemen, GoNews Group, Pekanbaru
wwwwww