Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
18 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
15 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
15 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
17 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
21 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  GoNews Group

DPR Sesalkan Indosat Nikmati Kredit Mandiri Hasil Pinjaman dari China

Jum'at, 08 April 2016 16:59 WIB
dpr-sesalkan-indosat-nikmati-kredit-mandiri-hasil-pinjaman-dari-chinaAnggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto
JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto menyesalkan penyaluran dana kredit hasil pinjaman tiga bank BUMN dari China Development Bank (CDB) ke PT Indosat tbk. Darmadi menilai bahwa penyaluran dana kredit tersebut tidaklah tepat sasaran dikarenakan peminjaman tersebut awalnya diperuntukkan untuk pembiayaan infrastruktur.

Selain itu, anggota DPR yang berangkat dari dapil DKI Jakarta III ini mengaku heran dengan penyaluran kredit tersebut, dimana PT Indosat tbk merupakan PT yang mayoritas sahamnya dimiliki perusahaan asing dalam hal ini milik Oredo perusahaan asal Qatar.

''Termasuk perusahaan yang enggak jelas kinerjanya, Oredo perusahaan Qatar. Sahamnya dimiliki Oredo milik Qatar,'' ujarnya ketika dihubungi, di Jakarta, Jumat (8/4).

Darmadi juga melanjutkan, mestinya sebelum mengucurkan kredit harusnya dikaji terlebih dahulu aspek finansialnya. ''Kenapa harus membiayai asing yang secara modal masih sangat besar. Pemerintah Indonesia hanya punya 14 persen. Ini adalah penyaluran kredit yang salah sasaran,'' tutupnya.

Untuk diketahui, perusahaan Qatar memiliki saham Indosat saat Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (ST Telemedia) yang memiliki saham mayoritas Indosat menjual seluruh sahamnya di PT Indosat Tbk sebesar 40,8% kepada Qatar Telecom QSC (Qtel) pada 2008 lalu.

Bahkan pada tahun 2009, Qtel membeli saham seri B sebanyak 24,19% dari publik sehingga menjadi pemegang saham mayoritas Indosat dengan kepemilikan sebesar 65%.

Diketahui, tiga bank BUMN, Bank Mandiri, BNI dan BRI melakukan pinjaman ke China Development Bank sebesar USD 3 miliar, yang mana dana tersebut direncanakan untuk pembiayaan infrastruktur.

Namun, faktanya ada sejumlah perusahaan yang bukan bergerak di bidang infrastruktur justru mendapat guyuran dana kredit tersebut. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:beritaempat.com
Kategori:GoNews Group, Pasar & Niaga, Parlemen
wwwwww