Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
15 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
13 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
3
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
12 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
15 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
19 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Bank Indonesia: Kinerja Investasi Sumbar Masih Stagnan Selama Beberapa Tahun Terakhir

Bank Indonesia: Kinerja Investasi Sumbar Masih Stagnan Selama Beberapa Tahun Terakhir
Direktur Perwakilan BI Sumbar Puji Atmoko (kiri) saat jumpa pers bersama Gubernur Sumbar H. Irwan Prayitno.
Kamis, 07 April 2016 19:24 WIB
Penulis: Calva
PADANG - Kinerja investasi di Sumatera Barat selama beberapa tahun terakhir masih dalam kondisi stagnan atau deinvestasi. Penurunan ini bukan pertama kali terjadi di Sumbar. Sehingga porsi PDRB Sumbar sangat terpengaruh.

Hal ini dikatakan Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sumbar Puji Atmoko ketika bertindak sebagai pembicara dalam Dialog Siang 'Strategi Percepatan Investasi di Sumbar' di Kantor Perwakilan BI Sumbar, Kamis (7/4/2016).

Disebutkan Puji, penyebab utama minimnya penanaman modal di Sumbar karena rendahnya semangat dan iklim usaha serta daya saing relatif masih rendah dibanding daerah lain.

"Selain itu, belum memadainya infrastuktur dan kurangnya dukuman SDM, juga mempengaruhi perbaikan kinerja investasi di Sumbar," kata Puji.

Hal ini dikatakan Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sumbar Puji Atmoko ketika bertindak sebagai pembicara dalam Dialog Siang 'Strategi Percepatan Investasi di Sumbar' di Kantor Perwakilan BI Sumbar, Kamis (7/4/2016).

Disebutkan Puji, penyebab utama minimnya penanaman modal di Sumbar karena rendahnya semangat dan iklim usaha serta daya saing relatif masih rendah dibanding daerah lain.

"Selain itu, belum memadainya infrastuktur dan kurangnya dukuman SDM, juga mempengaruhi perbaikan kinerja investasi di Sumbar," kata Puji.

Namun demikian, pertumbuhan ekonomi di Sumbar masih diatas rata-rata nasional yakni 5,4 persen. Namun demikian, angka ini menurun dari tahun 2014 yakni sebesar 5,9 persen.

"Perlambatan ekonomi ini akibat penurunan kinerja ekonomi hampir di semua sektor utama, antara lain, perdagangan, pertanian, industi pengolahan," katanya.

Seminar ini juga menghadirkan pemateri dari Jakarta, Alma Karma (Direktur Pengembanhan Potensi Daerah BKPM) dan Ekonom Unand Hefrizal Handra. (***)

wwwwww