Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
24 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
23 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
21 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
6 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
10 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
6 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Terkesan Sembunyikan Cost Recovery Surfaktan, Mulyadi Marahi Presdir Chevron

Senin, 22 Februari 2016 20:02 WIB
Penulis: Syafri Ario
terkesan-sembunyikan-cost-recovery-surfaktan-mulyadi-marahi-presdir-chevronMulyadi
JAKARTA- Saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VII dengan SKK Migas dan KKKS, termasuk Chevron, Wakil Ketua Komisi VII, Mulyadi memarahi Presiden Direktur Chevron Pasifik Indonesia (CPI), Albert Simanjuntak, saat sesi tanya jawab berlangsung.

Mulyadi berang kepada Albert lantaran tidak menjawab pertanyaan krusial yang ditanyakannya terkait Surfaktan, bahan kimia hasil riset PT CPI yang biayanya masuk ke cost recovery meskipun hasilnya belum jelas.

"Tadi saya sudah katakan dari tadi saya jelaskan masalah surfaktan, tapi kenapa bapak tidak menjawabnya, ini saya curiga pengeluaran ini tidak benar," tegas Mulyadi dengan nada tinggi kepada Albert, Senin (22/2/2016).

Kemudian Albert Simanjuntak menjawab, "Perlu kami sampaikan, nama chemical yang kami gunakan, di lapangan proyeknya dilakukan secara bertahap, yang dilakukan awal tahun 2000 an, hanya untuk menguji chemical total $22 juta dollar, dan biaya tahap dua menghabiskan $157.8 juta," ujarnya.

Legislator asal Sumatera Barat ini sangat tidak setuju apabila biaya riset tersebut dibebankan ke negara.

"Karna ini memakai uang negara, seharusnya cost recovery itu tidak perlu karena, hasilnya pun belum jelas disaat harga minyak turun, jadi tidak ada yang perlu ditutup-tutupi," ujarnya ***

wwwwww