Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
16 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
19 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
19 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
5 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Sepakbola
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Persempit Pergerakan LGBT, 24 Wanita yang Diduga Pasangan Lesbian Diamankan Satpol PP Bukittinggi

Persempit Pergerakan LGBT, 24 Wanita yang Diduga Pasangan Lesbian Diamankan Satpol PP Bukittinggi
Puluhan Perempuan yang terjaring saat razia pekat oleh Satpol PP Bukittinggi, Minggu 21 Februari 2016.
Senin, 22 Februari 2016 00:19 WIB
Penulis: jontra
BUKITTINGGI - Satpol PP Kota Bukittinggi kembali menjaring puluhan perempuan yang diduga kuat adalah pasangan lesbian pada razia penyakit masyarakat (pekat) yang dilaksanakan pada Sabtu malam hingga Minggu dinihari.

Kasat Pol PP Kota Bukittinggi Syafnir mengatakan, saat razia ada 24 orang perempuan yang terjaring pada razia pekat dalam pub sebuah hotel di Kota Bukittinggi. Mereka dicurigai sebagai pasangan lesbi setelah kami melihat tingkah laku mereka. Namun tidak ada bukti kuat untuk menyimpulkan mereka pasangan lesbi atau tidak, sehingga setelah melakukan pendataan, mereka terpaksa kami lepaskan kembali,” ujar Syafnir, Minggu 21 Februari 2016.

Meski demikian menurut Syafnir, pihaknya tetap memberi wejangan dan mendata mereka yang terjaring pada tengah malam jelang pagi itu, dengan harapan kejadian serupa tidak akan terulang lagi, karena Pemkot Bukittinggi sudah komitmen untuk mengantisipasi perkembangan Lesbi, Guy, Biseksual dan Transgender (LGBT) berkembang di Kota Bukittinggi.

“Saat razia berlangsung, ada yang berusaha melarikan diri. Beberapa diantaranya juga tidak membawa identitas diri atau KTP (Kartu Tanda Penduduk),” jelas Syafnir.

Namun menurut Syafnir, razia pekat yang rutin dilaksanakan Satpol PP Bukittinggi ini dilakukan di beberapa titik di Kota Bukittinggi, dengan menjaring perempuan yang diduga pasangan lesbi, yang totalnya berjumlah 24 orang, atau 12 pasang. Dalam pub hotel yang diincar itu menurutnya terindikasi terjadinya transaksi seksual, baik yang berlawanan jenis maupun sesama jenis, sehingga kami dari tim razia langsung mengamankan mereka, tukasnya.(**)

wwwwww