Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
24 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Tunjang Pariwisata Sawahlunto, Perbaikan Lokomotiv “Mak Itam” E 1060 Capai Tiga Puluh Persen

Tunjang Pariwisata Sawahlunto, Perbaikan Lokomotiv “Mak Itam” E 1060 Capai Tiga Puluh Persen
Seorang mekanik lokomotiv uap E 1060 Mak Itam milik PT KAI di Sawahlunto tengah beristirahat sejenak setelah melakukan perbaikan. (Indra Yosef/GoSumbar)
Jum'at, 19 Februari 2016 12:04 WIB
Penulis: Indra Yosef

SAWAHLUNTO – Kemajuan perbaikan lokomotiv tua “Mak Itam” E 1060 yang mengalami kerusakan parah sudah mencapai 30 persen. Pihak mekanik kini sedang menunggu sejumlah komponen pengganti seperti pipa khusus plompet yang dirancang dan dibuat ulang disebuah pabrik baja di Medan, disamping itu pihaknya juga masih memperbaiki bagian lain seperti piston, metal roda, dan bagian lain yang dicurigai mengalami kerusakan karena penuaan.

Hal itu disampaikan M.Nasir, mekanik senior yang biasa menangangi lokomotiv tersebut saat di temui GoSumbar.com Kamis kemarin (18/2/2016). M.Nasir mengatakan, kemajuan perbaikan sudah mencapai angka 30 persen. Saat ini timnya tengah menaunggu datangnya pesanan pipa plompet yang dipesan khusus di sebuah pabrik baja di Medan. Kalau barang ini sudah sampai pihaknya langsung memasangnya pada posisi semula. Sekarang semua mekanik fokus memperbaiki bagian lain yang juga mengalami kerusakan karena penuaan, sedangkan komponen penggantinya harus dirancangbangunkan sesuai bentuk aslinya.

Pensiunan mekanik PT KAI berpengalaman ini menambahkan, dia bersama rekannya yang membantu seperti Khairul Amri, Syafril, Bukhari, Nazaruddin, Yulius, Hendra Cahyono, dan Sil terus berupaya melakukan percepatan perbaikan sesuai target yang direncanakan selesai sekitar April mendatang. Hal itu juga pernah disampaikan mekanik senior ketua tim Sardini, yang saat itu tak ada di lokasi karena tengah mencari beberapa komponen penggganti yang rusak keluar kota.

Upaya perbaikan lokomotiv yang dilakukan PT KAI tersebut mendapat apresiasi berbagai kalangan. Tidak hanya masyarakat Sawahlunto baik yang ada di daerah maupun perantauan, tapi juga warga negara lain yang pernah menaiki gerbong wisata “Mak Itam” dari Sawahlunto ke Muaro Kalaban seperti Eric Muller dari Swiss dan Mohd Nazeri wartawan Harian Utusan Malaysia yang melakukan percakapan menggunakan fasilitas sosial media jaringan internet. Mereka merasa senang jika “ mak Itam” dapat di operasikan lagi sehingga suatu waktu dapat bernostalgia lagi di kota wisata tambang tua ini.

Diharapkan, setelah selesainya perbaikan kerusakan lokomotiv ini, pihak PT KAI dapat bekerjasama dengan Pemkot Sawahlunto untuk mengoperasikan loko uap tua tersebut untuk mendukung destinasi wisata Swahlunto dan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke kota wisata tambang peninggalan kolonial Belanda ini. (Iyos)

wwwwww