Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
5 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi

Kanker Serviks Pembunuh Tertinggi Perempuan Indonesia, Ini Penyebabnya dan Begini Cara Mencegahnya

Kanker Serviks Pembunuh Tertinggi Perempuan Indonesia, Ini Penyebabnya dan Begini Cara Mencegahnya
Ilustrasi. (detikcom)
Kamis, 17 Desember 2015 18:19 WIB
KANKER leher rahim (kanker serviks) merupakan salah satu penyakit penyebab kematian pada perempuan tertinggi di Indonesia. Maka dari itu perlu pencegahan sedini mungkin.

"Terdapat dua cara untuk pencegahan kanker serviks yaitu dengan cara primer dan sekunder," kata dr Andriana Kumala Dewi, Sp.OG, dari Rumah Sakit Bethsaida, Gading Serpong, Tangerang Selatan, saat perbincang dengan detikHealth, Kamis(17/12/2015).

Menurut dr Andriana, pencegahaan primer dengan cara memberikan vaksin kepada wanita sedini mungkin sekitar usia 11 hingga 13 tahun.  Vaksin juga bisa diberikan kepada orang dewasa, namun harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu.

Sedangkan untuk pencegahan sekunder dengan cara melakukan skrining berupa pap smear. Cara ini merupakan pemeriksaan sederhana yang dapat mengenali kelainan pada leher rahim.

Apabila Anda rutin melakukannya pengecekan, akan semakin cepat mengetahui kelainan pada leher rahim sehingga dapat segera mendapatkan pengobatan. Pemeriksaan secara berkala ini disarankan untuk semua wanita yang telah melakukan hubungan seksual setidaknya setiap tiga tahun sekali.

Kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) yang memiliki sifat onkogenik (menyebabkan kanker). Jenis HPV 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70 persen kasus kanker serviks di dunia.

Penularannya biasanya melalui kontak seksual dengan laki-laki ataupun perempuan. Selain infeksi HPV ada faktor-faktor risiko lainnya yang terlibat dalam proses perkembangan kanker antara lain faktor genetika atau keturunan, status imunologi seseorang, sexual behaviour, multiple partner, dan usia yang masih sangat muda saat mulai melakukan hubungan seksual.***

Editor:sanbas
Sumber:detikcom
Kategori:Ragam
wwwwww