Juara U18 Putri Milik Satria Karadenan Bogor, Juara Putra Diraih Cendrawasih Bandung
![]() |
| Satria Karadenan Bogor saat mengalahkan The Lion Surabaya dengan skor tipis 38-37 di final Kejurnas Basket Antarklub U6 dan U18 Tahun 2026. (Foto: Perbasi) |
Penulis: Azhari Nasution
Di laga pamungkas ini, Kaisa Nuridhina tampil sebagai bintang kemenangan Satria Karadenan Bogor dengan torehan 20 poin dan 6 rebound. Sementara di kubu The Lion Surabaya, Hannah Harshita tetap memberikan kontribusi besar lewat 6 poin dan 12 rebound.
Pelatih The Lion Surabaya, Jezswi Feruji, menilai perubahan tempo permainan menjadi salah satu momen yang mengubah jalannya pertandingan. "Defense kami sejak kuarter kedua sebenarnya sudah lebih agresif dan lebih rapi. Tapi kami tidak bisa mengontrol tempo permainan, justru mengikuti tempo lawan. Sempat bisa mengejar ketika kami berhasil mengambil kembali tempo pertandingan," ujarnya.
Menurut Jezswi, keberhasilan Satria mengendalikan ritme permainan membuat timnya tidak mampu menjalankan game plan secara maksimal. "Mereka berhasil mengambil kontrol tempo permainan. Itu yang membuat kami keluar dari game plan," katanya.
Ia pun mengambil banyak pelajaran dari partai final tersebut. "Defense, rebound, dan rasa hormat kepada lawan menjadi pelajaran penting. Jangan pernah meremehkan siapa pun. Basket adalah permainan momentum, jadi ketika mendapat momentum harus benar-benar dijaga," tuturnya.

Di sisi lain, pelatih Satria Karadenan Bogor, Mabruri, mengakui tekanan partai final sempat membuat anak asuhnya bermain tegang. "Anak-anak tegang sekali. Saya terus bilang kepada mereka untuk menikmati pertandingan karena atmosfer final memang berbeda dari pertandingan sebelumnya," ujarnya.
Mabruri menilai keberhasilan timnya menjalankan pertahanan sesuai rencana menjadi keputusan paling tepat sepanjang pertandingan. "Anak-anak mampu menjalankan defense dengan baik. Kami berusaha mematikan pemain-pemain kunci lawan supaya mereka tidak bisa bermain senyaman biasanya," katanya.
Menurutnya, ketika dua tim memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda, faktor mental menjadi penentu utama. "Kalau sudah sampai babak final seperti ini, saya rasa bukan lagi soal skill atau taktik. Yang membedakan adalah mental dan bagaimana pemain menghadapi tekanan. Siapa yang lebih siap dan lebih ingin menjadi juara, dialah yang akan menang," tutupnya.

Cendrawasih Bandung Juara U18 Putra
Sementara itu, Cendrawasih Bandung sukses merebut gelar juara kelompok U18 Putra setelah mengalahkan Merpati Bali dengan skor 63-59 dalam pertandingan final di tempat yang sana.
Di laga ini, Steven Sebastian kembali menjadi sosok sentral dalam kemenangan Cendrawasih Bandung dengan membukukan 20 poin, 16 rebound, dan 4 assist, sekaligus mencatatkan double-double. Di kubu Merpati Bali, Cokorda Putra menjadi pencetak angka terbanyak tim lewat torehan 15 poin dan 5 rebound.
Pelatih Merpati Bali, Aldion Christian, menilai awal pertandingan menjadi titik yang paling memengaruhi jalannya laga. "Start kami kurang bagus. Mungkin anak-anak sedikit kaget di awal. Sebenarnya persiapan sudah dilakukan, tetapi ada beberapa penyesuaian yang tidak berjalan sesuai rencana," ujarnya.
Menurut Aldion, kesiapan lawan dalam melakukan penyesuaian membuat timnya sulit bermain sesuai karakter. "Mereka datang dengan persiapan yang sangat baik. Banyak adjustment yang mereka lakukan. Kami juga menghadapi beberapa faktor lain, termasuk kondisi pemain, jadi cukup banyak hal yang memengaruhi pertandingan hari ini," katanya.

Ia berharap kekalahan di final menjadi bekal berharga bagi para pemain untuk menghadapi kompetisi berikutnya. "Pelajaran terbesar hari ini adalah soal mental. Anak-anak terlihat lebih grogi dari biasanya. Ke depan, mental bertanding dan daya saing mereka harus terus ditingkatkan agar lebih siap menghadapi pertandingan besar seperti ini," tuturnya.
Sementara itu, pelatih Cendrawasih Bandung, Gian Gumilar, mengungkapkan keberhasilan timnya tidak lepas dari persiapan yang lebih matang dibanding musim sebelumnya. "Yang pasti persiapan kami jauh lebih siap dibanding tahun lalu. Itu menjadi modal penting bagi anak-anak menghadapi pertandingan final," ujarnya.
Menurut Gian, keputusan mengubah pola pertahanan menjadi salah satu momen penting yang membantu timnya mengamankan kemenangan. "Perubahan dari man to man ke zone defense menjadi keputusan yang tepat. Setelah itu mereka kesulitan mencetak poin, terutama pada momen-momen penentuan di akhir pertandingan," katanya. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Binawidya |











