Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
6 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Kampus

Polri Perkuat Pendidikan Anak dan Fokus Bantuan Warga Tembagapura

Polri Perkuat Pendidikan Anak dan Fokus Bantuan Warga Tembagapura
Wakil Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 AKBP Andri Alam, Kapolsek Tembagapura IPTU Firman, Kepala Distrik Tembagapura Dev Richart Tatiratu bersama tokoh agama, adat, pemuda dan masyarakat. (Polri)
Rabu, 08 Juli 2026 16:23 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
MIMIKA – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, diisi dengan kegiatan sosial yang menitikberatkan pada penguatan pendidikan anak dan bantuan bagi masyarakat.

Polsek Tembagapura bersama Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat hubungan dengan warga melalui pendekatan humanis.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolsek Tembagapura, Senin (6/7/2026), dihadiri Wakil Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 AKBP Andri Alam, Kapolsek Tembagapura IPTU Firman, Kepala Distrik Tembagapura Dev Richart Tatiratu, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga dari sejumlah kampung di wilayah Tembagapura.

Dalam kegiatan tersebut, Polri membagikan perlengkapan sekolah kepada anak-anak yang mengikuti program Honai Belajar, sekaligus menyalurkan paket sembako kepada masyarakat melalui gereja-gereja di setiap kampung agar distribusinya menjangkau warga yang membutuhkan.

Selain penyaluran bantuan, acara juga diisi dengan permainan edukatif dan kuis yang melibatkan anak-anak maupun masyarakat. Suasana kebersamaan terlihat ketika warga dan aparat berinteraksi tanpa sekat.

Salah seorang orang tua siswa Honai Belajar, Natalia, mengatakan program tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak-anak di kampungnya.

"Anak-anak kami tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga diajarkan disiplin, menghormati orang tua, hidup bersih, dan sopan santun. Kami berharap kegiatan ini terus berjalan karena sangat membantu masa depan mereka," ujar Natalia dalam siaran pers, Rabu (8/7).

Tokoh masyarakat Tembagapura, Derek Alom, juga mengapresiasi keberlanjutan kegiatan sosial yang dilakukan aparat kepolisian.

"Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat. Program Honai Belajar juga memberi semangat kepada anak-anak kami untuk terus belajar. Kami berharap hubungan baik antara masyarakat dan aparat terus terjaga," kata Derek.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pendekatan kemanusiaan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.

"Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri hadir tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pelayanan dan kepedulian. Kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif," ujar Faizal.

Menurut dia, hubungan yang dibangun melalui komunikasi, pendidikan, dan kegiatan sosial akan memperkuat kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga ketertiban di wilayah Papua.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menilai pendidikan menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Papua.

"Melalui Honai Belajar kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkembang dan memiliki kesempatan meraih cita-cita. Pendidikan merupakan bekal penting untuk membangun masa depan Papua," kata Adarma.

Program Honai Belajar menjadi salah satu bentuk pembinaan masyarakat yang terus dijalankan Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polsek Tembagapura. Selain meningkatkan kemampuan dasar anak-anak, program tersebut juga diarahkan untuk membangun karakter dan memperkuat hubungan antara masyarakat dengan aparat keamanan.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 di Tembagapura pun menjadi gambaran bahwa pendekatan keamanan di Papua tidak hanya dilakukan melalui aspek penegakan hukum, tetapi juga melalui pelayanan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Kampus, Balai Kota, Binawidya
wwwwww