Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
11 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
55 menit yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
52 menit yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
6
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
49 menit yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Home  /  Berita  /  Kampus

Fakta Medis Empat Peserta Pelatihan Komando Cadangan Koperasi Merah Putih

Fakta Medis Empat Peserta Pelatihan Komando Cadangan Koperasi Merah Putih
Ilustrasi
Jum'at, 26 Juni 2026 20:18 WIB

JAKARTA - Insiden memilukan membayangi pelatihan militer dasar komando cadangan di Jakarta. Total 4 calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih dilaporkan meninggal dunia akibat kondisi kesehatan penyerta.

Kementerian Pertahanan mencatat tiga korban terdahulu dari berbagai titik pelatihan. Yonanda Muhammad Taufiq meninggal Rabu (17/6/2026) karena cardiac arrest atau henti jantung di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur TNI Angkatan Darat, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Selanjutnya, Anisa Muyassaroh wafat akibat heat stroke Kamis (18/6/2026) di Satuan Pendidikan Resimen Induk Kodam Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Korban ketiga adalah Novia Rahmadhani Sihotang dengan riwayat penyakit tuberkulosis atau TBC, yang meninggal Selasa (23/6/2026) di Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara, Jakarta.

Kini, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan turut berpulang. Ia mengembuskan napas terakhir Jumat dini hari (26/6/2026).

Pihak Tempo menerima konfirmasi langsung dari Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari.

"Ya, keluarga mengatakan penyakit bawaan almarhum," ungkap Destry Anna Sari.

Peserta asal Kodam III/Siliwangi ini pertama kali mendatangi ruang kesehatan Kamis (25/6/2026) pukul 14.30 WIB akibat keluhan lemas dan sesak napas. Rifki diketahui mengidap hipertensi serta rutin mengonsumsi Amlodipin 5 miligram.

Merespons suhu tubuh 36,8 derajat celsius dan saturasi oksigen 96 persen, satuan kesehatan TNI memberikan terapi oksigen 3 liter per menit melalui nasal kanul. Sempat pulih sejenak, sesak napas kembali terasa pukul 18.00 WIB.

Setelah selang 25 menit, Rifki segera dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Angkatan Udara dr Esnawan Antariksa, Jakarta. Tiba pukul 18.30 WIB, dokter menemukan penurunan kesadaran yang terdiagnosis sebagai neurogenik, kardiogenik, serta pneumonia. Muncul juga dugaan kuat syok hipovolemik atau syok sepsis serta hiponatremia berat, hingga ia dipastikan wafat pukul 00.28 WIB.

"Hasil koordinasi dengan pihak keluarga, rencananya almarhum akan dikebumikan di Sumedang," tulis laporan resmi yang beredar.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Kampus
wwwwww