Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Keuangan

IFC Siap Jadi Tulang Punggung Pembiayaan Infrastruktur Nasional

IFC Siap Jadi Tulang Punggung Pembiayaan Infrastruktur Nasional
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)
Selasa, 23 Juni 2026 14:00 WIB

JAKARTA - Ambisi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan internasional semakin nyata lewat rencana pembentukan International Financial Center (IFC). Kebijakan ini diharapkan membuka keran investasi dari berbagai negara dan memperkuat daya saing sektor keuangan domestik.

Konsep lembaga ini sedang digodok secara intensif agar sejalan dengan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Suhariyanto memastikan regulasi tersebut menjadi landasan utama pembentukan IFC.

"Di undang-undangnya itu disebutkan bahwa International Financial Center bertujuan meningkatkan daya saing Indonesia sebagai pusat keuangan internasional," kata Bambang saat memberikan keterangan di Gedung DPR, Selasa (23/6/2026).

Instrumen Pembiayaan Masa Depan

Kehadiran IFC dirancang untuk menjawab kebutuhan dana pembangunan berskala besar sekaligus mendorong inovasi pasar. Pemerintah optimis pusat keuangan ini menjadi magnet kuat bagi pemilik modal.

"Menarik investasi dan pelaku usaha sektor keuangan, baik nasional maupun internasional," ujarnya.

Lebih lanjut, fungsi operasional IFC akan diarahkan untuk membiayai sektor-sektor vital penggerak roda ekonomi dan pembangunan nasional.

"Memfasilitasi pembiayaan sektor riil, proyek strategis nasional, pembiayaan berkelanjutan, pembiayaan iklim, pembiayaan infrastruktur, dan atau pembiayaan lainnya," tambah Bambang.

Terkait desas-desus apakah pembentukan IFC ini akan memicu lahirnya lembaga moneter baru di Indonesia, pemerintah mengaku belum mengambil keputusan final.

"Ya kita belum tahu sampai sekarang itu bagaimana," ucapnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Pasar & Niaga, Keuangan
wwwwww