Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
15 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
5 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
5 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Parlemen

Tegas Cak Imin Minta Anggota NU yang Berpolitik Pindah ke Partai

Tegas Cak Imin Minta Anggota NU yang Berpolitik Pindah ke Partai
Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Minggu, 21 Juni 2026 13:19 WIB

JAKARTA - Menjelang bergulirnya Muktamar ke-35 pada Agustus 2026, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar buka suara mengenai kondisi di dalam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pria yang dikenal luas dengan sapaan Cak Imin ini mengingatkan fungsi utama NU sebagai payung pemersatu, bukan panggung pertarungan.

Menggunakan platform X, Minggu (21/6/2026), Menko Pemberdayaan Masyarakat ini menyinggung pihak-pihak yang dinilai mulai merusak harmoni organisasi dengan manuver-manuver beraroma politik.

"NU itu bukan organisasi politik yang membuat hubungan selalu kompetitif. NU itu orkestrasi kultural yang menyatukan, bukan saling menyingkirkan. Berbagai kemampuan dan kecerdasan sosial bersatu padu," urainya.

Meningkatnya perhatian publik terhadap dinamika internal PBNU menjelang suksesi kepemimpinan dinilai membutuhkan ketegasan. Merespons hal tersebut, ia menyarankan agar mereka yang memiliki ambisi kekuasaan untuk melepaskan jubah organisasinya.

"Yang main-main di NU keluarkan aja. Yang berpolitik silakan di partai aja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan," tegasnya.

Meski pesan ini disampaikan tanpa menyebut nama target sasaran, mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut mengajak nahdliyin merenungi kembali sejarah kebersamaan tanpa intrik persaingan. Sebagai pamungkas unggahannya, ia mengenang sosok Hasyim Muzadi yang sukses memimpin PBNU pada periode 1999-2010.

"Kangen Pak Hasyim Muzadi, rek!" paparnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Parlemen
wwwwww