Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Shin Tae-yong Bicara Tekanan dan Hubungan dengan Suporter

Shin Tae-yong Bicara Tekanan dan Hubungan dengan Suporter
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. (Ileague.id)
Jum'at, 19 Juni 2026 16:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Sejak memutuskan menangani Persija, Shin Tae-yong menyadari bahwa perannya di kursi pelatih dipastikan berkaitan dengan tekanan tinggi. Namun, ia menilai kondisi tersebut merupakan bagian yang wajar dalam dunia sepakbola profesional.

Menurut pelatih asal Korea yang pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia, kunci utama untuk mengelola tekanan adalah dengan melakukan persiapan yang maksimal jauh sebelum pertandingan, sehingga beban menjelang laga dapat diminimalkan.

“Posisi ini bukanlah tempat yang tanpa tekanan, melainkan tempat yang menerima tekanan kuat. Dengan memikirkan hal itu dan melakukan persiapan jauh-jauh hari, kami bisa menghindari banyak tekanan,” ujar Shin Tae-yong.

Ia menjelaskan bahwa dalam menghadapi pertandingan, dirinya memiliki pola persiapan khusus yang telah menjadi kebiasaan. Intensitas persiapan dilakukan secara maksimal hingga dua hari sebelum laga, sebelum kemudian mengurangi beban pikiran menjelang pertandingan agar tetap tenang.

“Jadi, jika ada pertandingan, saya melakukan persiapan yang luar biasa sampai dua hari sebelum pertandingan. Mulai satu hari sebelum pertandingan, saya mencoba melupakan beban itu dan bersiap agar bisa menghadapi pertandingan dengan nyaman. Itulah cara saya sendiri untuk melepas stres,” ucapnya.

Lebih jauh, Shin Tae-yong pun menyoroti dinamika hubungan antara pelatih dan suporter. Ia menilai pentingnya memiliki mental yang kuat untuk menerima kritik maupun tekanan dari luar, tanpa harus terjebak dalam emosi negatif. Bahkan, ia berusaha menjadikan setiap kritik sebagai bahan evaluasi diri.

“Pertama-tama kita tidak bisa selalu mendengar hal yang baik saja. Fans mungkin memuji saya, tapi kalau kami kalah, mereka bisa saja memaki. Tapi saya punya mental untuk menerima hal itu dengan tenang. Jika saya berpikir ‘Ah, para fans bicara begitu karena ada masalah pada diri saya’, maka daripada merasa stres, saya mengubah pikiran saya menjadi ajang evaluasi diri. Ternyata itu lebih baik,” tutur Shin Tae-yong. ***

wwwwww