Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
15 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
5 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
5 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Willem Wandi Bangga Putra Terbaik Papua Antarkan Indonesia ke Final IFA7 World Championship 2026

Willem Wandi Bangga Putra Terbaik Papua Antarkan Indonesia ke Final IFA7 World Championship 2026
Willem Wandik, Calon Ketua Federasi Provinsi FA7 Papua dan Presiden FA7 Indonesia, Raden Bambang Pramukantoro. (Dok: FA7 Indonesia)
Minggu, 31 Mei 2026 23:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution
HONDURAS - Tim FA7 Indonesia berhasil menciptakan dongeng terbesar dalam sejarah sepak bola 7v7 dengan melaju ke babak Final IFA7 World Championship 2026 yang berlangsung di Honduras.

Tidak tanggung-tanggung, kepastian tiket final ini diraih setelah skuad Garuda memulangkan sang raja sepak bola dunia, Brasil, dalam laga semifinal yang berlangsung dramatis dan penuh tensi tinggi. Indonesia menang melalui drama adu penalti 2-1 setelah di laga normal bermain imbang 3-3.

Keberhasilan skuad Garuda ini menjadi angin segar bagi Indonesia untuk bersaing di level dunia. Apalagi, Indonesia tanpa diperkuat pemain naturalisasi.

Keberhasilan Indonesia menggulung Brasil ternyata tidak lepas dari magis para talenta tanah Papua. Tercatat, komposisi pemain di dalam skuad didominasi putra-putra terbaik Papua. Skuad ini diperkuat oleh empat "Mutiara Hitam" yang tampil luar biasa sepanjang turnamen, yaitu Desman Wakerkwa, Natanael Matius Atanay, Tiriec Adriano Manuri dan Afrizal Rizqil Falah. Willem Wandik, Calon Ketua Federasi Provinsi FA7 Papua, bangga atas keberhasilan Indonesia, sekaligus bangga dengan putra-putra Papua yang menghiasi skuad Merah Putih.

"Ini luar biasa, anak-anak Papua bisa terlibat membawa nama Indonesia. Mereka adalah mutiara-mutiara yang luar biasa. Selama ini kita jarang melihat talenta Papua di kancah dunia sesering ini, namun lewat turnamen ini mereka membuktikan kualitasnya dan berhasil menembus final. Kami sangat bangga,” ujar Willem Wandik saat diwawancara pada Minggu (31/5/2026).

Kemenangan atas Brasil ini menjadi pembuktian bahwa sepak bola Indonesia telah bertransformasi menjadi kekuatan baru yang wajib diperhitungkan di kancah global. Selama ini, Indonesia kerap dianggap sebelah mata karena jarang berhadapan langsung dengan raksasa-raksasa dunia di turnamen resmi.

"Indonesia jangan dianggap remeh lagi," tegas Bupati Puncak Papua dua Periode 2013-2018 dan 2018-2023 ini.

"Kita belum pernah bertanding melawan mereka sebelumnya di ajang ini, dan ternyata hari ini, ketika Indonesia hadir dan bertanding langsung, Brasil pun berhasil kita kalahkan. Ini adalah sejarah baru bagi dunia sepak bola yang terjadi di depan mata kami,” lanjutnya.

Keberhasilan Timnas FA7 Indonesia menembus partai puncak juga tidak lepas dari manajemen dan kepemimpinan luar biasa dari Presiden FA7 Indonesia, Raden Bambang Pramukantoro. Melalui tangan dinginnya, ia mampu meramu visi "Merah Putih Harus Berkibar" menjadi motivasi utama yang membakar semangat para pemain, meski harus melewati berbagai cobaan berat dan seleksi pemain yang super ketat.

Willem Wandik juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada sang ketua federasi.

"Memang beliau ini adalah tangan yang penuh dengan talenta, penuh berkah, dan karisma untuk membawa sepak bola Indonesia ke kancah dunia. Sekali jalan, langsung menembus mata dunia. Harapan kami, di bawah kepemimpinan beliau, industri sepak bola 7v7 ini akan semakin besar, didukung oleh para kepala daerah di Papua serta investasi-investasi besar seperti Freeport,” jelas Willem.

Kini, Indonesia berdiri di ambang juara dunia. Hanya tersisa satu laga final lagi untuk menuntaskan misi bersejarah ini dan membawa pulang trofi paling bergengsi IFA7 ke Tanah Air.

Menjelang laga final menghadapi tuan rumah Honduras, seluruh masyarakat Indonesia, diajak memberikan doa terbaik agar skuad Garuda bisa menuntaskan tugas suci ini dengan sempurna.

“Minta doa masyarakat Indonesia agar tim bisa menuntaskan tugasnya dan mengibarkan Merah Putih serta mengumandangkan Indonesia Raya di Dunia,” tutup Willem Wandik. ***

wwwwww