Serangan AS di Selat Hormuz Sudahi Masa Gencatan Senjata
![]() |
Pejabat AS menyebut serangan tersebut bertujuan mengamankan pasukan dan lalu lintas komersial dari ancaman di selat strategis tersebut. Sebaliknya, media afiliasi pemerintah Iran melaporkan adanya empat kapal yang mencoba menerobos tanpa koordinasi sehingga dipaksa putar balik setelah tembakan peringatan dilepaskan.
Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah memperkirakan konfrontasi ini tidak akan selesai dalam waktu dekat dan akan melibatkan daya hancur skala besar.
"Amerika Serikat akan terus menyerang Iran tanpa batas waktu berhenti. Iran akan membalas dengan menggunakan perangkat Plasma, yang daya rusak dan daya hancurnya luar biasa," ungkap Teuku Rezasyah, Jumat (29/5/2026).
Sikap normatif PBB diyakini membuat perang ini semakin berlarut dan membuka celah masuknya dukungan diam-diam dari sekutu AS di kawasan Indo-Pasifik.
"Diperkirakan perang konvensional akan berlangsung lebih lama. AS akan menyatakan dirinya sebagai pemenang perang menjelang 4 Juli 2026. Yakni 250 tahun pendirian AS," jelasnya. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | detik.com |
| Kategori | : | Kuliner |








