Ancaman Zat Kimia BPA dari Galon Guna Ulang Jadi Perhatian Serius KKI
![]() |
Menurut data yang dihimpun KKI, pemakaian galon yang ideal seharusnya dibatasi secara ketat untuk mencegah luruhnya zat kimia pengganggu sistem endokrin tersebut ke dalam air minum konsumsi warga.
"Kenapa ini sangat dibutuhkan? Karena berdasarkan penelitian, itu maksimum itu 40 kali pengisian ulang, dan tidak sampai 2 tahun, kalau mau mencegah BPA-nya itu luruh, gitu ya," urai Ketua KKI, David ML Tobing, Jumat (29/5/2026).
Tingginya potensi risiko ini membuat KKI mendesak pemerintah agar segera menyusun dan memberlakukan regulasi khusus. Selama ini, absennya aturan membuat kemasan air minum beredar bebas tanpa pencantuman masa kedaluwarsa yang jelas.
"Saya berusaha mencari aturan tentang kedaluwarsa kemasan air minum isi ulang (galon), belum ada. Untuk galon tidak dicantumkan kedaluwarsanya. Hal ini yang harusnya menjadi perhatian pemerintah," katanya.
Minimnya pengawasan usia galon terbukti memicu tingginya angka keluhan di lapangan. Dari 250 laporan yang diterima KKI belakangan ini, masalah fisik seperti galon yang lusuh, kotor, dan kusam mendominasi hingga 30 persen, sementara galon penyok mencapai 2 persen.
Masalah ini semakin kompleks ketika galon-galon tanpa masa kedaluwarsa tersebut masuk ke jalur distribusi depot isi ulang eceran.
"Galon ini sudah beredar, bisa jadi ke pengisian-pengisian air yang rumah tangga. Kalau diisi ulang di rumah-rumah tangga, kita tidak tahu apakah cara pencuciannya sesuai standar, isi airnya juga sesuai standar," ungkapnya. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Kesehatan |








