Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
9 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Kampus

Buru Aset Koruptor Pakai Radar, Presiden Janji Berantas Mafia Ekonomi

Buru Aset Koruptor Pakai Radar, Presiden Janji Berantas Mafia Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto
Kamis, 21 Mei 2026 08:33 WIB

JAKARTA - Pengusutan terhadap aset-aset hasil korupsi akan menggunakan pendekatan teknologi tingkat tinggi. Pemerintah siap mengerahkan radar pencari bungker bawah tanah hingga satelit pemantau aset perkebunan demi melacak kekayaan negara yang disembunyikan oleh para koruptor.

Komitmen ini ditegaskan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat berpidato dalam Rapat Paripurna DPR yang membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal di Gedung DPR, Rabu (20/5/2026).

"Sekarang ada teknologi, ada radar bisa kami pakai, kami bisa lihat bawah tanah. Jadi saudara yang punya bungker-bungker disembunyikan, nanti kami ketemu juga kekayaanmu," tegas Prabowo.

Selain memburu koruptor, Kepala Negara membongkar praktik kejahatan ekspor yang menjadi biang kerok rendahnya gaji aparat negara dan guru. Manipulasi pelaporan nilai ekspor di bawah harga sebenarnya atau under invoicing terbukti menguras potensi penerimaan negara hingga 908 miliar dolar AS selama lebih dari tiga dekade.

Berdasarkan data UN Comtrade 2025 yang diolah NEXT Indonesia Institute, praktik curang ini menjamur di berbagai sektor komoditas unggulan.

"Kami harus berani mengatakan apa adanya, kami harus perbaiki lembaga-lembaga pemerintah," paparnya di hadapan Ketua DPR, Puan Maharani, beserta jajaran menteri yang hadir.

Guna melepaskan ketergantungan dari produk asing, pemerintah merancang strategi industrialisasi besar-besaran. Target utamanya adalah menjadikan Indonesia sebagai produsen mandiri untuk mobil, motor, televisi, hingga gawai pintar.

Realisasi dari mimpi besar ini akan disokong penuh oleh Badan Pengelola Investasi Danantara yang bertugas menyuntikkan modal kerja. Para profesor dan pakar terbaik di Tanah Air juga telah dikumpulkan untuk mengabdi penuh mempercepat terwujudnya industri nasional yang berdaulat. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Kampus, Pasar & Niaga, Balai Kota, Binawidya
wwwwww