Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
15 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
4 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
4 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Maros Reina Sebut Super League 2025/2026 Sulit dan Penuh Tantangan

Maros Reina Sebut Super League 2025/2026 Sulit dan Penuh Tantangan
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina. (Ileague.id)
Rabu, 20 Mei 2026 14:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KEDIRI - Marcos Reina adalah salah satu pelatih debutan di sepakbola Indonesia. Meski baru setengah musim berkiprah di Super League 2025/2026 bersama Persik Kediri, dia mengaku belajar banyak soal sepak bola negeri ini.

Pelatih asal Spanyol ini resmi menukangi Macan Putih sejak 4 Desember tahun lalu untuk menggantikan Ong Kim Swee yang harus pulang ke Malaysia untuk membangun sepak bola muda di negaranya.

Laga tandang Persik melawan Persebaya, 23 Mei nanti, jadi pertandingan ke-21 bagi jurutaktik berusia 41 tahun ini. Dari 20 pertandingan sebelumnya, Marcos Reina mencatat tujuh kemenangan, tiga imbang, dan sepuluh kekalahan. 

Meski kariernya di Indonesia baru seumur jagung, Marcos Reina membawa gaya permainan berbeda bagi skuat Persik Kediri. Style Spanyol yang diusungnya membuat performa Hamra Hehanussa dkk. makin rancak dan enak ditonton. 

"Saya belajar banyak selama di sini. Sebagai orang baru, saya harus beradaptasi dengan lingkungan. Saya belajar kultur, karakter pemain lokal, dan skill mereka," katanya. 

Soal pemain, mantan arsitek Ranger's FC di Liga Andorra ini juga mengamati penggawa lokal yang membela tim lain. "Kesimpulan saya Indonesia punya banyak pemain lokal bagus. Sepak bola negara ini akan terus berkembang. Begitu juga kompetisinya jika terus ditata lebih baik lagi," ucapnya.

Marcos Reina juga menyebut selama menjadi pelatih, Kompetisi Super League termasuk salah satu kompetisi sangat sulit dan penuh tantangan. "Super League sangat kompetitif. Tiap pekan kita tak bisa memprediksi hasil akhir pertandingan. Ini membuat saya harus bekerja keras tiap hari dan merancang taktik baru. Tapi bagi saya ini faktor sangat menarik," tuturnya. ***

wwwwww